Protokol NEAR Bergabung dengan Ekosistem RSS3 untuk Memajukan Pengembangan Web Terbuka dan DeFi
Menurut sumber resmi, NEAR Protocol secara resmi telah bergabung dengan ekosistem RSS3, dengan kedua belah pihak berkolaborasi untuk meningkatkan infrastruktur terdesentralisasi, staking likuid, dan aplikasi DeFi, mendorong evolusi pengalaman web terbuka.
📌 Sorotan Utama dari Kemitraan:
Integrasi Infrastruktur: Infrastruktur parsing data yang kuat dari RSS3 akan diintegrasikan secara mulus ke dalam ekosistem NEAR, meningkatkan skalabilitas untuk aplikasi terdesentralisasi.
Dukungan untuk Staking Likuid: Protokol staking LiNEAR dari NEAR akan memberikan pengguna peluang staking likuid, mengoptimalkan manajemen aset DeFi.
Peningkatan Ekosistem DeFi: Kemampuan data RSS3 akan membantu dApps DeFi NEAR membangun infrastruktur yang lebih kuat.
Sinergi Komunitas: Komunitas NEAR akan semakin berkembang melalui NEAR.social, mendorong kolaborasi dan pertumbuhan ekosistem.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan web terbuka dan keuangan terdesentralisasi, menyediakan infrastruktur data yang lebih baik dan peluang baru dalam ruang Web3.

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Pergerakan saham AS | Meta (META.US) meluncurkan agen AI pribadi Muse, saham dibuka naik lebih dari 6%
Pada hari Rabu, Meta (META.US) dibuka naik lebih dari 6%, mencatat kenaikan terbesar sejak 3 Agustus, dan saat ini diperdagangkan pada 640,95 dolar AS.

Indeks saham Prancis turun 2%
Leerink Partners menaikkan target harga Merck menjadi 161 dolar AS
Partai oposisi terbesar di Jepang dibubarkan! Hambatan politik untuk Sanae Takaichi menurun tajam, namun kebijakan fiskal ekspansif tetap dibatasi oleh "garis merah" pasar obligasi
Partai oposisi terbesar di Jepang sebenarnya telah terpecah, dan setelah hampir satu tahun Sannae Takamichi menjabat sebagai Perdana Menteri serta posisinya semakin mantap, tidak ada lagi kekuatan terkoordinasi di Dewan Perwakilan Rakyat yang dapat menyeimbangi kekuasaannya.
