ONG turun -4538,24% dalam 1 tahun di tengah tekanan regulasi dan pasar
- ONG, sebuah aset digital, anjlok sebesar 4538,24% dalam satu tahun di tengah pengawasan regulasi dan perubahan sentimen pasar. - Analis memprediksi tekanan penurunan akan berlanjut, dengan indikator teknis seperti RSI dan MACD yang memperkuat pandangan bearish. - Strategi backtesting menggunakan RSI dan MACD menunjukkan adanya peluang shorting karena aset tersebut tetap berada di bawah rata-rata pergerakan utama. - RSI ONG yang terlalu jual dalam waktu lama dan sinyal bearish dari MACD menunjukkan penurunan berkepanjangan, tanpa level support yang jelas teridentifikasi.
ONG, sebuah aset digital yang mengalami volatilitas signifikan selama setahun terakhir, turun sebesar 4538,24% per 28 Agustus 2025 dibandingkan dengan levelnya satu tahun yang lalu. Penurunan dalam 24 jam mencapai 63,51%, dengan penurunan sebesar 528,34% selama tujuh hari terakhir dan penurunan 114,88% dalam satu bulan. Pergerakan ini mencerminkan tantangan berkelanjutan yang dihadapi oleh aset tersebut saat menghadapi pengawasan regulasi yang semakin ketat dan sentimen pasar yang terus berkembang.
Penurunan tajam ini menarik perhatian para pelaku pasar karena kecepatannya dan besarnya penurunan. Analis memperkirakan bahwa aset ini mungkin akan tetap berada di bawah tekanan dalam jangka pendek hingga menengah, mengingat trajektori saat ini dan lanskap pasar yang lebih luas. Harga belum menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, dengan momentum penurunan yang terus berlanjut di berbagai kerangka waktu. Hal ini menunjukkan kelanjutan tren bearish, meskipun masih harus dilihat apakah aset ini akan menemukan titik terendah atau terus mengalami depresiasi.
Indikator teknikal ONG menyoroti bias bearish yang kuat. Rata-rata pergerakan 50-hari dan 200-hari sama-sama menunjukkan bahwa aset ini diperdagangkan jauh di bawah garis tren utama, menandakan hilangnya dukungan. Relative Strength Index (RSI) tetap berada di wilayah oversold untuk periode yang cukup lama, menunjukkan bahwa aset ini mungkin sudah terlalu terjual. Namun, kurangnya rebound dari level-level ini menunjukkan bahwa penurunan lebih lanjut kemungkinan masih akan terjadi. Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga menunjukkan tren menurun, dengan garis sinyal tetap dalam posisi bearish cross, memperkuat prospek negatif.
Hipotesis Backtest
Strategi backtesting yang digunakan untuk mengevaluasi performa terbaru ONG berfokus pada indikator teknikal termasuk RSI dan MACD. Hipotesis ini menekankan penggunaan alat-alat ini untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar dalam tren bearish. Strategi ini akan memicu sinyal jual ketika RSI turun di bawah 30 dan MACD menunjukkan divergensi negatif, dengan level stop-loss ditetapkan sedikit di atas area resistance utama. Mengingat posisi ONG saat ini terhadap rata-rata pergerakannya, strategi ini menunjukkan bahwa tren kemungkinan akan berlanjut. Trader yang menggunakan pendekatan ini akan fokus pada peluang short selling atau melakukan hedging pada posisi long, memanfaatkan fase bearish yang berkepanjangan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

"‘Bantalan’ Saham AS akan hilang?"

Di satu sisi meningkatkan investasi AI, di sisi lain berusaha mengendalikan biaya! Oracle (ORCL.US) menambah biaya restrukturisasi tahun fiskal 2026 sebesar 700 juta dolar AS lagi
Oracle dalam dokumen regulasi yang diajukan pada hari Jumat menyatakan bahwa sebagai bagian dari rencana restrukturisasi, termasuk pemutusan hubungan kerja, biayanya akan meningkat sekitar 700 juta dolar AS.

Harga minyak adalah "masalah besar" Trump, sementara yen adalah masalah semua orang
Harga minyak mendekati 110 dolar per barel, hanya tersisa tujuh setengah minggu menuju pemilihan paruh waktu, peluang Partai Demokrat merebut kembali Senat telah melampaui 50%, tekanan politik dan ekonomi mendorong Gedung Putih untuk mencari cara meredakan situasi. Sementara itu, apresiasi struktural yen adalah risiko global yang lebih dalam—penyesuaian divergence suku bunga antara AS dan Jepang, arus balik modal besar-besaran ke Jepang, dan likuidasi paksa transaksi carry trade akan secara bersamaan meningkatkan imbal hasil obligasi di Eropa dan AS serta membangkitkan VIX. Badai volatilitas lintas aset mungkin sedang berkumpul.