Wall Street mempertahankan pandangan optimis terhadap prospek pasar negara berkembang pada tahun 2026
Jinse Finance melaporkan bahwa bank-bank utama Wall Street sedang bersiap untuk meraih prestasi baru di pasar negara berkembang, dengan perkiraan bahwa pelemahan dolar AS dan gelombang investasi di bidang kecerdasan buatan akan memberikan dorongan lebih lanjut bagi kelas aset ini. Faktor-faktor positif ini diperkirakan akan mendorong pasar negara berkembang naik lebih lanjut, dengan obligasi mata uang lokal memberikan tingkat pengembalian sebesar 7% kepada investor, yang merupakan kinerja terbaik sejak tahun 2020, dan indeks mata uang juga naik lebih dari 6%. Para ahli strategi Morgan Stanley menunjukkan bahwa seiring melambatnya ekonomi AS, Federal Reserve kemungkinan akan memangkas suku bunga lebih lanjut, yang akan mendukung kelanjutan tren kenaikan pasar. Bank tersebut menyarankan klien untuk mempertahankan posisi long pada obligasi mata uang lokal pasar negara berkembang, dengan perkiraan tingkat pengembalian sekitar 8% hingga pertengahan 2026. Untuk obligasi dolar AS pasar negara berkembang, mereka memperkirakan kenaikan "angka satu digit tinggi" dalam 12 bulan ke depan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Data: BTC turun di bawah $78.000
iPhone layar lipat Apple diluncurkan, analis optimis terhadap potensinya namun memperingatkan risiko margin keuntungan
Bloomberg Intelligence memperkirakan penjualan tahun pertama iPhone Duo akan meningkat menjadi sekitar 14 juta unit, dengan potensi pendapatan sebesar 28 miliar dolar AS. Namun, strategi penetapan harga memicu kekhawatiran pasar: iPhone 17 dan Air series tetap pada harga semula, sementara Pro series mengalami kenaikan harga yang lebih rendah dari ekspektasi. Dengan kenaikan biaya rantai pasokan, tekanan terhadap margin keuntungan menjadi signifikan. Para analis menilai bahwa Apple sengaja mengorbankan margin keuntungan demi volume penjualan, serta melakukan optimalisasi kombinasi model premium untuk mengimbangi tekanan tersebut.

Meta mengakuisisi perusahaan rintisan AI asal Swedia, Stilla.ai
