Bloomberg: Wall Street Meragukan Efek Stablecoin, Menyatakan Terlalu Dini untuk Mengubah Aturan Permainan
Menurut ChainCatcher, dilaporkan oleh Bloomberg, setelah Amerika Serikat meloloskan undang-undang stablecoin pertama yaitu GENIUS Act, terdapat perbedaan pendapat yang jelas di Wall Street mengenai apakah stablecoin benar-benar dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS dan membawa pembeli baru untuk obligasi pemerintah jangka pendek. Para ahli strategi dari institusi seperti JPMorgan, Deutsche Bank, dan Goldman Sachs umumnya berpendapat bahwa terlalu dini untuk menyatakan stablecoin sebagai pengubah aturan permainan.
Menurut perkiraan Menteri Keuangan AS, Bessant, pasar stablecoin akan tumbuh dari 300 miliar dolar AS saat ini menjadi 3 triliun dolar AS sebelum tahun 2030, yang dapat meningkatkan permintaan terhadap obligasi pemerintah jangka pendek. Namun, para skeptis menunjukkan bahwa dana stablecoin terutama berasal dari sumber yang sudah ada, sehingga kemungkinan hanya memindahkan pemegang obligasi pemerintah, bukan menciptakan permintaan baru.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Target 500 millions gagal terpenuhi, Salesforce (CRM.US) kembali memproyeksikan “impian besar” senilai 6,3 billions dolar, apakah bisa membuat Wall Street percaya bahwa “AI menggantikan” telah dilebih-lebihkan?
Salesforce mengumumkan target pendapatan tahun fiskal 2030 sebesar $63 milyar yang melebihi ekspektasi, dan meredakan kekhawatiran persaingan di bidang AI dengan memperdalam kolaborasi bersama Anthropic, sehingga membangun kembali kepercayaan pasar terhadap strateginya.

Kembali ke Venezuela! Exxon Mobil (XOM.US) berencana menandatangani perjanjian awal, dengan target cadangan minyak besar sebanyak 50 miliar barel
ExxonMobil berencana menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan minyak nasional Venezuela bulan ini untuk menjajaki investasi pada ladang minyak dengan total 50 milyar barel.


