Pemerintah India secara signifikan meningkatkan pelatihan penegakan hukum terkait cryptocurrency.
ChainCatcher melaporkan, menurut Financefeeds, pemerintah India sedang secara besar-besaran meningkatkan pelatihan penegakan hukum terkait cryptocurrency untuk menghadapi kejahatan keuangan cryptocurrency yang semakin kompleks.
Pelatihan ini melibatkan beberapa lembaga seperti Financial Intelligence Unit India (FIU-IND), Enforcement Directorate (ED), dan Narcotics Control Bureau (NCB), dengan fokus pada pelatihan forensik blockchain, analisis on-chain, penyitaan aset kripto, dan identifikasi alamat dompet. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap persyaratan pendaftaran wajib bagi Virtual Digital Asset Service Providers (VDASP) ke FIU-IND, serta pergeseran India dari regulasi yang ambigu menuju pengawasan yang lebih terstruktur. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali petugas penegak hukum dengan kemampuan untuk melacak, menyita, dan menuntut kejahatan yang melibatkan Virtual Digital Asset (VDA).
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
SpaceX, Rocket Lab dan saham luar angkasa lainnya mendapat katalis baru? Amerika Serikat pertama kali mengkonfirmasi memiliki senjata luar angkasa di orbit, percepatan pelaksanaan “Golden Dome” terus berlangsung
Militer Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat kini memiliki "senjata pengendali luar angkasa" yang sudah berada di orbit, sementara proyek pencegat berbasis luar angkasa "Iron Dome" telah maju ke tahap "perangkat keras yang bisa terbang".

Meta (META.US) Zuckerberg menanggapi perdebatan tentang “perlambatan” AI: tetap mendorong kemampuan model dan memperkuat perlindungan keamanan
CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, bersama Kepala AI perusahaan, Alexander Wang, menyampaikan pandangan terkait perdebatan mengenai kecepatan pengembangan AI. Mereka menyatakan bahwa laboratorium AI sebaiknya tetap melanjutkan pengembangan kemampuan model, sembari membangun langkah-langkah perlindungan yang lebih kuat terhadap model yang semakin canggih.

SK Hynix (SKHY.US) berencana untuk pertama kalinya membuat chip memori di Amerika Serikat, menyewa pabrik Intel (INTC.US) di Ohio atau membangun usaha patungan
SK Hynix Korea (SKHY.US) dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Intel (INTC.US) mengenai sebuah kesepakatan yang, jika tercapai, akan memungkinkan mereka untuk pertama kalinya memproduksi chip memori di Amerika Serikat.

Posisi mencapai 8,668,000 dolar AS, sebuah alamat melakukan long emas dengan leverage 20 kali.
