SEC AS mengizinkan DTCC untuk melakukan kustodian dan mengakui saham tokenisasi serta aset RWA lainnya di blockchain
ChainCatcher melaporkan, menurut Bloomberg, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) telah memberikan izin kepada Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) dalam bentuk surat no-action, yang memungkinkan perusahaan tersebut untuk melakukan kustodian dan pengakuan saham tokenisasi serta aset dunia nyata (RWA) lainnya di blockchain. Langkah ini memungkinkan DTCC untuk menyediakan layanan tokenisasi selama tiga tahun di blockchain yang telah disetujui sebelumnya.
Komisioner SEC Hester Peirce dalam sebuah pernyataan mengatakan: "Meskipun proyek ini masih dalam tahap percontohan dan tunduk pada berbagai batasan operasional, ini menandai langkah penting bagi pasar menuju migrasi ke on-chain." Michael Winnike, Kepala Strategi Global dan Solusi Pasar di Divisi Kliring dan Layanan Sekuritas DTCC, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa setelah memperoleh izin, DTCC juga akan memperluas pekerjaan pencatatan mereka ke blockchain.
DTCC, sebagai pusat kliring dan penyelesaian inti dalam sistem keuangan Amerika Serikat, memainkan peran penting di bidang saham dan produk pendapatan tetap. Banyak aset likuid di pasar Amerika Serikat disimpan di departemen kustodian DTCC—Depository Trust Co. Perusahaan ini diperkirakan akan meluncurkan layanan tokenisasi baru pada paruh kedua tahun depan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
SpaceX, Rocket Lab dan saham luar angkasa lainnya mendapat katalis baru? Amerika Serikat pertama kali mengkonfirmasi memiliki senjata luar angkasa di orbit, percepatan pelaksanaan “Golden Dome” terus berlangsung
Militer Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat kini memiliki "senjata pengendali luar angkasa" yang sudah berada di orbit, sementara proyek pencegat berbasis luar angkasa "Iron Dome" telah maju ke tahap "perangkat keras yang bisa terbang".

Meta (META.US) Zuckerberg menanggapi perdebatan tentang “perlambatan” AI: tetap mendorong kemampuan model dan memperkuat perlindungan keamanan
CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, bersama Kepala AI perusahaan, Alexander Wang, menyampaikan pandangan terkait perdebatan mengenai kecepatan pengembangan AI. Mereka menyatakan bahwa laboratorium AI sebaiknya tetap melanjutkan pengembangan kemampuan model, sembari membangun langkah-langkah perlindungan yang lebih kuat terhadap model yang semakin canggih.

SK Hynix (SKHY.US) berencana untuk pertama kalinya membuat chip memori di Amerika Serikat, menyewa pabrik Intel (INTC.US) di Ohio atau membangun usaha patungan
SK Hynix Korea (SKHY.US) dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Intel (INTC.US) mengenai sebuah kesepakatan yang, jika tercapai, akan memungkinkan mereka untuk pertama kalinya memproduksi chip memori di Amerika Serikat.

Posisi mencapai 8,668,000 dolar AS, sebuah alamat melakukan long emas dengan leverage 20 kali.
