Trump menyatakan Thailand dan Kamboja sepakat untuk gencatan senjata penuh
Jinse Finance melaporkan, menurut CCTV News, pada waktu setempat 12 Desember, Presiden Amerika Serikat Trump menyatakan di platform media sosial "Truth Social" bahwa pada pagi hari itu ia masing-masing berbicara dengan Perdana Menteri Thailand Anutin dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet melalui telepon, membahas situasi terbaru terkait konflik perbatasan kedua negara. Trump mengatakan, para pemimpin kedua negara telah sepakat untuk menghentikan semua baku tembak mulai malam itu dan kembali ke perjanjian damai awal yang sebelumnya dicapai dengan keterlibatannya. Trump juga berterima kasih kepada Perdana Menteri Malaysia Anwar atas bantuannya dalam memfasilitasi gencatan senjata tersebut.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Kembali ke Venezuela! Exxon Mobil (XOM.US) berencana menandatangani perjanjian awal, dengan target cadangan minyak besar sebanyak 50 miliar barel
ExxonMobil berencana menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan minyak nasional Venezuela bulan ini untuk menjajaki investasi pada ladang minyak dengan total 50 milyar barel.


Tiga indeks utama saham AS turun tajam dalam waktu singkat, indeks Dow Jones turun 0,55%.
Waller: Federal Reserve akan mencapai tujuan stabilitas harga
