Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Bank Sentral India menolak model regulasi stablecoin G7, tetap mempertahankan kedaulatan mata uang

Bank Sentral India menolak model regulasi stablecoin G7, tetap mempertahankan kedaulatan mata uang

ChaincatcherChaincatcher2025/12/15 07:02
Tampilkan aslinya

Menurut laporan ChainCatcher yang dikutip dari Financefeeds, Wakil Gubernur Reserve Bank of India (RBI), T. Rabi Sankar, secara tegas menyatakan bahwa India tidak akan mengadopsi “GENIUS Act” Amerika Serikat atau kerangka regulasi stablecoin negara-negara G7 lainnya. RBI menilai stablecoin yang dipatok pada dolar AS merupakan ancaman mendasar terhadap kedaulatan mata uang India, yang dapat menyebabkan “dolarisasi” dan melemahkan efektivitas kebijakan moneter domestik.

Bank sentral India menekankan bahwa sistem pembayaran digital domestik yang efisien (UPI, RTGS, NEFT) sudah tersedia, sehingga tidak memerlukan stablecoin privat, dan akan terus mendorong proyek percontohan mata uang digital bank sentral (CBDC) rupee elektronik sebagai arah utama penerapan teknologi blockchain. Meskipun Kementerian Keuangan mengisyaratkan kemungkinan mempertimbangkan kerangka stablecoin, RBI tetap berpegang pada prinsip prioritas domestik sebagai pedoman utama.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

Stok minyak mentah Amerika terus menurun selama tiga minggu, sementara stok bensin dan minyak sulingan meningkat; impor minyak mentah Venezuela mencapai level tertinggi dalam hampir 10 tahun.

Menurut EIA, hingga pekan yang berakhir pada 11 September, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 640.000 barel, lebih kecil dari ekspektasi pasar yaitu penurunan 1,4 juta barel. Cadangan Strategis Minyak juga turun sebesar 403.000 barel. Persediaan bensin naik 794.000 barel, sementara pasar memperkirakan penurunan 800.000 barel. Persediaan bahan bakar distilat meningkat 1,6 juta barel, sedangkan pasar memperkirakan tidak ada perubahan. Impor minyak mentah dari Venezuela mendekati 800.000 barel, mencapai level tertinggi sejak 2017.

华尔街见闻2026/09/16 18:06