Jepang akan mulai menerapkan Kerangka Pelaporan Kripto OECD mulai 1 Januari 2026.
PANews 6 Januari — Menurut laporan NADA NEWS, Jepang secara resmi telah mulai menerapkan Kerangka Pelaporan Aset Kripto (CARF) yang dikeluarkan oleh OECD mulai 1 Januari 2026. Ini adalah mekanisme baru yang bertujuan memungkinkan otoritas pajak di seluruh dunia untuk berbagi informasi transaksi aset kripto. Jepang memutuskan untuk mengadopsi mekanisme ini melalui reformasi sistem perpajakan, dan Badan Pajak Nasional negara tersebut telah menerbitkan buku panduan untuk pengguna sebelum implementasi pada Desember tahun lalu, serta mempersiapkan pengumpulan informasi melalui bursa.
Dipengaruhi oleh penerapan sistem ini, sebuah bursa di Jepang pada 6 Januari telah mengirimkan pemberitahuan kepada seluruh pengguna, meminta mereka untuk menyerahkan informasi seperti "negara domisili pajak". Bursa-bursa lain di Jepang juga akan secara bertahap melaksanakan prosedur pengumpulan informasi. Pengguna yang telah membuka akun sebelum akhir 2025 harus menyerahkan informasi tersebut sebelum 31 Desember 2026, sedangkan pengguna yang membuka akun baru setelah 1 Januari tahun ini harus melengkapi pelaporan saat proses pembukaan akun. Jika informasi tersebut tidak diserahkan dalam batas waktu yang ditentukan, atau terdapat data palsu, maka pengguna dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Target 500 millions gagal terpenuhi, Salesforce (CRM.US) kembali memproyeksikan “impian besar” senilai 6,3 billions dolar, apakah bisa membuat Wall Street percaya bahwa “AI menggantikan” telah dilebih-lebihkan?
Salesforce mengumumkan target pendapatan tahun fiskal 2030 sebesar $63 milyar yang melebihi ekspektasi, dan meredakan kekhawatiran persaingan di bidang AI dengan memperdalam kolaborasi bersama Anthropic, sehingga membangun kembali kepercayaan pasar terhadap strateginya.

Kembali ke Venezuela! Exxon Mobil (XOM.US) berencana menandatangani perjanjian awal, dengan target cadangan minyak besar sebanyak 50 miliar barel
ExxonMobil berencana menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan minyak nasional Venezuela bulan ini untuk menjajaki investasi pada ladang minyak dengan total 50 milyar barel.


Tiga indeks utama saham AS turun tajam dalam waktu singkat, indeks Dow Jones turun 0,55%.
