Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
India memperketat persyaratan KYC untuk pendaftaran pengguna cryptocurrency

India memperketat persyaratan KYC untuk pendaftaran pengguna cryptocurrency

BlockBeatsBlockBeats2026/01/12 00:24
Tampilkan aslinya

BlockBeats melaporkan, pada 12 Januari, lembaga Intelijen Keuangan India (FIU) mengeluarkan pedoman baru yang memperketat aturan pendaftaran pengguna pada platform cryptocurrency. Aturan baru ini mewajibkan platform perdagangan cryptocurrency yang diatur untuk memverifikasi identitas pengguna melalui foto selfie secara real-time dan verifikasi lokasi geografis. Foto selfie real-time ini dapat melacak gerakan mata dan kepala pengguna, untuk mencegah penggunaan teknologi deepfake AI dalam mengakali proses verifikasi KYC.


Selain itu, platform perdagangan di India juga harus mengumpulkan lokasi geografis dan alamat IP saat pembuatan akun, serta mencatat timestamp pembuatan akun. Pengguna kini harus menyerahkan identitas resmi dengan foto yang diterbitkan pemerintah, serta memverifikasi email dan nomor ponsel, sebelum dapat membuat akun di platform perdagangan cryptocurrency.

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!

Kamu mungkin juga menyukai

Mengapa India tiba-tiba membeli US Treasury dalam jumlah besar? Pembelian bersih pada bulan Juli mencapai 15.2 miliar dolar, mencetak rekor, mekanisme swap khusus menjadi kunci

Berkat pengaturan khusus yang dibuat oleh bank sentral India untuk menarik modal asing, sejumlah besar dana mengalir masuk dan India membeli surat utang AS dalam jumlah rekor pada bulan Juli.

智通财经2026/09/17 09:11

Industri perbankan Jepang memberikan peringatan: Kenaikan imbal hasil obligasi Jepang dapat memicu pengurangan nilai dan guncangan terhadap laba.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang diperkirakan akan terus meningkat, sehingga bank menghadapi risiko pengurangan nilai aset dan menurunnya keuntungan.

智通财经2026/09/17 09:11