Badan standar akuntansi global akan memfokuskan perhatian pada cryptocurrency dan aset perangkat lunak pada tahun 2026.
Pada tanggal 5 Januari, International Accounting Standards Board (IASB) mengumumkan bahwa pembaruan kerangka dasar akuntansi akan menjadi fokus utama pada tahun 2026 untuk mengatasi tantangan yang dibawa oleh adopsi mata uang digital yang pesat dan meningkatnya proporsi perangkat lunak serta aset tak berwujud dalam nilai perusahaan. Di antaranya, IASB berencana untuk mempercepat penelitian terkait laporan arus kas guna mengeksplorasi isu-isu yang belum sepenuhnya tercakup oleh aturan saat ini, termasuk perlakuan akuntansi atas transaksi cryptocurrency yang berbeda dari transaksi kas tradisional. Selain itu, dewan akan mempelajari pengakuan dan pengukuran akuntansi atas aset tak berwujud, dengan fokus pada aset digital seperti perangkat lunak dan data. Para analis percaya bahwa langkah ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap metode pengungkapan keuangan dan penilaian di industri crypto dan perusahaan teknologi.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Proporsi pemegang Bitcoin yang mengalami kerugian menurun
Mengapa India tiba-tiba membeli US Treasury dalam jumlah besar? Pembelian bersih pada bulan Juli mencapai 15.2 miliar dolar, mencetak rekor, mekanisme swap khusus menjadi kunci
Berkat pengaturan khusus yang dibuat oleh bank sentral India untuk menarik modal asing, sejumlah besar dana mengalir masuk dan India membeli surat utang AS dalam jumlah rekor pada bulan Juli.
Industri perbankan Jepang memberikan peringatan: Kenaikan imbal hasil obligasi Jepang dapat memicu pengurangan nilai dan guncangan terhadap laba.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang diperkirakan akan terus meningkat, sehingga bank menghadapi risiko pengurangan nilai aset dan menurunnya keuntungan.
