Base APP akan mengubah posisinya menjadi "prioritas perdagangan" dan akan menghadirkan lebih banyak aset berkualitas tinggi ke dalam blockchain.
PANews 15 Januari — Menurut pengumuman yang dibagikan oleh Jesse Pollak, Co-Founder Base, Base APP akan melakukan fokus strategis dan ke depannya akan berorientasi pada “prioritas perdagangan” sebagai posisi inti, guna mendorong permintaan dan distribusi berbagai aset. Pihak resmi merangkum tiga umpan balik pengguna: aplikasi sebelumnya terlalu berfokus pada fitur sosial, gayanya mirip dengan Web2 tradisional, dan belum sepenuhnya mendukung kebutuhan pengguna akan perdagangan aset yang beragam; permintaan pasar terhadap perdagangan aset berkualitas tinggi sangat kuat; aliran informasi harus sepenuhnya menampilkan dinamika on-chain, termasuk aplikasi, saham, pasar prediksi, dan social token. Oleh karena itu, aplikasi Base akan melakukan penyesuaian spesifik: memprioritaskan pengembangan fitur perdagangan untuk mendorong arus modal ke semua kategori aset yang tumbuh pesat; menghadirkan lebih banyak aset berkualitas tinggi ke on-chain; mengadopsi desain pengalaman pengguna “prioritas finansial”, dengan menambahkan fitur sosial di atas fungsi keuangan (seperti copy trading, trading feed, dan leaderboard).
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Tiga indeks utama saham AS turun tajam dalam waktu singkat, indeks Dow Jones turun 0,55%.
Waller: Federal Reserve akan mencapai tujuan stabilitas harga
Stok minyak mentah Amerika terus menurun selama tiga minggu, sementara stok bensin dan minyak sulingan meningkat; impor minyak mentah Venezuela mencapai level tertinggi dalam hampir 10 tahun.
Menurut EIA, hingga pekan yang berakhir pada 11 September, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 640.000 barel, lebih kecil dari ekspektasi pasar yaitu penurunan 1,4 juta barel. Cadangan Strategis Minyak juga turun sebesar 403.000 barel. Persediaan bensin naik 794.000 barel, sementara pasar memperkirakan penurunan 800.000 barel. Persediaan bahan bakar distilat meningkat 1,6 juta barel, sedangkan pasar memperkirakan tidak ada perubahan. Impor minyak mentah dari Venezuela mendekati 800.000 barel, mencapai level tertinggi sejak 2017.
