Kenaikan harga minyak meningkatkan ketidakpastian pasar, indeks S&P 500 masih memiliki ruang untuk turun.
Menurut laporan dari Golden Ten Data yang dikutip oleh ChainCatcher, Paul Chew dari Phillip Securities Research menyatakan bahwa, di tengah kenaikan harga minyak yang berkelanjutan, indeks S&P 500 masih memiliki ruang untuk penurunan lebih lanjut. Sejak pecahnya konflik di Timur Tengah, penurunan indeks tersebut dari puncaknya telah mencapai 7,9%. Ia menunjukkan bahwa selama Perang Teluk dan Perang Rusia-Ukraina, penurunan indeks tersebut masing-masing mencapai 17%. Chew menambahkan, “Pasar masih memiliki ruang untuk penurunan lebih lanjut, terutama jika harga minyak terus meningkat.”
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tigress menaikkan target harga Intel menjadi 145 dolar AS
SK Hynix (SKHY.US) menanggapi rumor tentang pembuatan chip di Amerika Serikat bersama Intel: Belum ada keputusan final
SK Hynix (SKHY.US) membantah rumor bahwa mereka sedang bernegosiasi dengan Intel (INTC.US) mengenai produksi chip memori pertama kali di Amerika Serikat.

Proses komersialisasi teknologi AI-RAN semakin cepat dan kerjasama pertahanan Inggris semakin dalam! Nokia (NOK.US) naik sebelum pembukaan pasar
Produsen peralatan jaringan asal Finlandia, Nokia, mengumumkan bahwa komersialisasi teknologi AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network) mereka mengalami percepatan signifikan secara global, sementara bisnis pertahanannya di Inggris juga mencatat kemajuan baru.

