Analisis: Grup akun Polymarket memperoleh keuntungan sekitar 600 ribu dolar AS dari memprediksi gencatan senjata Israel-Iran
Foresight News melaporkan, menurut pemantauan Bubblemaps, tadi malam sekelompok akun Polymarket yang sama meraih keuntungan sekitar 600.000 dolar AS ketika memprediksi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, kemudian mengubah nama akun mereka. Selain itu, beberapa akun ini juga terus bertaruh pada kemungkinan terjadinya gencatan senjata, dengan masing-masing memasang taruhan sebesar 25.000 dolar AS (probabilitas 6%) pada 7 April dan 75.000 dolar AS (probabilitas 15%) pada 15 April, sehingga total keuntungan mereka sekitar 563.000 dolar AS.
Satu bulan lalu, Bubblemaps menghubungkan empat akun Polymarket on-chain yang memiliki tingkat kemenangan tinggi, dengan hasil prediksi antara lain: Amerika Serikat akan melancarkan serangan mendadak ke Iran pada 28 Februari 2026; Israel akan meluncurkan operasi "Rising Lion" di Iran pada 13 Juni 2025; dan Amerika Serikat akan menyerang fasilitas nuklir Iran pada 21 Juni 2025, dan lain sebagainya. Kelompok ini juga terus mengganti nama akun mereka. Meski prediksi gencatan senjata mereka tidak selalu akurat, performa mereka dalam memprediksi serangan mendadak ke Iran sebelumnya sangat baik, sehingga diduga memiliki akses pada informasi yang lebih dapat diandalkan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Tiga indeks utama saham AS turun tajam dalam waktu singkat, indeks Dow Jones turun 0,55%.
Waller: Federal Reserve akan mencapai tujuan stabilitas harga
Stok minyak mentah Amerika terus menurun selama tiga minggu, sementara stok bensin dan minyak sulingan meningkat; impor minyak mentah Venezuela mencapai level tertinggi dalam hampir 10 tahun.
Menurut EIA, hingga pekan yang berakhir pada 11 September, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 640.000 barel, lebih kecil dari ekspektasi pasar yaitu penurunan 1,4 juta barel. Cadangan Strategis Minyak juga turun sebesar 403.000 barel. Persediaan bensin naik 794.000 barel, sementara pasar memperkirakan penurunan 800.000 barel. Persediaan bahan bakar distilat meningkat 1,6 juta barel, sedangkan pasar memperkirakan tidak ada perubahan. Impor minyak mentah dari Venezuela mendekati 800.000 barel, mencapai level tertinggi sejak 2017.
