Tether berencana menginvestasikan hingga 127,5 juta dolar AS untuk membantu pemulihan data setelah serangan bug Drift.
Foresight News melaporkan bahwa Drift Protocol telah mengumumkan kerja sama dengan Tether dan mitra lainnya, di mana Tether berencana menyediakan pendanaan hingga 127,5 juta dolar AS dan mitra lain berencana menyediakan 20 juta dolar AS untuk mendukung pemulihan data pengguna setelah insiden serangan celah keamanan pada 1 April. Skema dukungan ini mencakup kredit dengan plafon pendapatan senilai 100 juta dolar AS, hibah ekosistem, serta pinjaman untuk market maker. Pada tahap awal kerja sama, sebagian besar pendapatan bursa dan dana dukungan yang telah dijanjikan akan digunakan untuk membentuk dana pemulihan khusus bagi pengguna. Seiring pertumbuhan pendapatan bursa, mekanisme ini bertujuan untuk secara bertahap menyelesaikan kerugian pengguna yang belum dibayar yang saat ini mencapai hingga 295 juta dolar AS. Drift juga terus bekerja sama secara aktif dengan otoritas penegak hukum dan mitra forensik blockchain untuk melacak dan memulihkan aset yang dicuri. Setiap dana yang berhasil dipulihkan akan dimasukkan ke dalam dana pemulihan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
SpaceX, Rocket Lab dan saham luar angkasa lainnya mendapat katalis baru? Amerika Serikat pertama kali mengkonfirmasi memiliki senjata luar angkasa di orbit, percepatan pelaksanaan “Golden Dome” terus berlangsung
Militer Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat kini memiliki "senjata pengendali luar angkasa" yang sudah berada di orbit, sementara proyek pencegat berbasis luar angkasa "Iron Dome" telah maju ke tahap "perangkat keras yang bisa terbang".

Meta (META.US) Zuckerberg menanggapi perdebatan tentang “perlambatan” AI: tetap mendorong kemampuan model dan memperkuat perlindungan keamanan
CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, bersama Kepala AI perusahaan, Alexander Wang, menyampaikan pandangan terkait perdebatan mengenai kecepatan pengembangan AI. Mereka menyatakan bahwa laboratorium AI sebaiknya tetap melanjutkan pengembangan kemampuan model, sembari membangun langkah-langkah perlindungan yang lebih kuat terhadap model yang semakin canggih.

SK Hynix (SKHY.US) berencana untuk pertama kalinya membuat chip memori di Amerika Serikat, menyewa pabrik Intel (INTC.US) di Ohio atau membangun usaha patungan
SK Hynix Korea (SKHY.US) dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Intel (INTC.US) mengenai sebuah kesepakatan yang, jika tercapai, akan memungkinkan mereka untuk pertama kalinya memproduksi chip memori di Amerika Serikat.

Posisi mencapai 8,668,000 dolar AS, sebuah alamat melakukan long emas dengan leverage 20 kali.
