CEO bersama Cosmos Labs: dYdX beralih ke RWA adalah pilihan rasional, dampaknya terhadap ATOM terbatas
Foresight News melaporkan bahwa Co-CEO Cosmos Labs, Barry Plunkett, memberikan komentar di Twitter mengenai kolaborasi antara dYdX dan Robinhood dalam meluncurkan Arcus. dYdX sebelumnya telah membuktikan dirinya mampu beroperasi secara serius di on-chain dan mendorong perkembangan industri, namun dalam beberapa tahun terakhir menghadapi persaingan dari generasi baru perpetual contracts seperti Hyperliquid dan Lighter, penurunan keseluruhan DeFi, serta tekanan dari produk Web2.5 seperti Kalshi. Kolaborasi dYdX dengan Robinhood, yang memiliki kemampuan distribusi yang kuat, untuk beralih ke RWA dipandangnya sebagai "pilihan yang rasional".
Terhadap dampak pada ATOM, ia menilai sangat terbatas. dYdX Chain selalu merupakan chain berdaulat, dan kontribusi biaya, keamanan, serta akumulasi nilai terhadap ATOM sangat kecil. Komunitas ATOM juga tidak membayar dYdX ketika bermigrasi ke Cosmos. Langkah ini semakin mengonfirmasi penilaian tim Cosmos: bagi tim yang memiliki kemampuan distribusi dan produk unggul, kepemilikan platform dasar sangatlah penting. Saat ini, Cosmos tengah berfokus untuk membangun solusi tokenisasi simpanan bagi perbankan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tiga indeks utama saham AS turun tajam dalam waktu singkat, indeks Dow Jones turun 0,55%.
Waller: Federal Reserve akan mencapai tujuan stabilitas harga
Stok minyak mentah Amerika terus menurun selama tiga minggu, sementara stok bensin dan minyak sulingan meningkat; impor minyak mentah Venezuela mencapai level tertinggi dalam hampir 10 tahun.
Menurut EIA, hingga pekan yang berakhir pada 11 September, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 640.000 barel, lebih kecil dari ekspektasi pasar yaitu penurunan 1,4 juta barel. Cadangan Strategis Minyak juga turun sebesar 403.000 barel. Persediaan bensin naik 794.000 barel, sementara pasar memperkirakan penurunan 800.000 barel. Persediaan bahan bakar distilat meningkat 1,6 juta barel, sedangkan pasar memperkirakan tidak ada perubahan. Impor minyak mentah dari Venezuela mendekati 800.000 barel, mencapai level tertinggi sejak 2017.
Li Ying Bicara Crypto: Analisis Terbaru Pasar bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) 17 September

