Wali Kota Seoul mengkritik pemerintah Korea Selatan karena membiarkan produk leveraged mempengaruhi pasar saham.
BlockBeats News, 17 Juli, menurut Yonhap News Agency, Walikota Seoul Won Soon Park mengkritik permasalahan derivatif leverage yang menyebabkan gejolak besar di pasar saham Korea Selatan, serta usulan Presiden Jae-myung Lee tentang kebijakan "penghapusan utang secara aktif", dan mendesak pemerintah untuk segera merumuskan langkah-langkah mendasar.
Ia menyoroti bahwa indeks KOSPI Korea Selatan telah memicu mekanisme circuit breaker sebanyak 37 kali tahun ini, melampaui rekor 26 kali selama krisis keuangan global 2008. Walikota Park mengkritik, "Pemerintah sudah sangat memahami risiko besar dari produk derivatif dengan leverage pada satu saham namun tetap menyetujui pencatatannya, membiarkan saja ketika aset investor ritel terus menguap, dan pada akhirnya menyebabkan situasi seperti sekarang."
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Tiga indeks utama saham AS turun tajam dalam waktu singkat, indeks Dow Jones turun 0,55%.
Waller: Federal Reserve akan mencapai tujuan stabilitas harga
Stok minyak mentah Amerika terus menurun selama tiga minggu, sementara stok bensin dan minyak sulingan meningkat; impor minyak mentah Venezuela mencapai level tertinggi dalam hampir 10 tahun.
Menurut EIA, hingga pekan yang berakhir pada 11 September, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 640.000 barel, lebih kecil dari ekspektasi pasar yaitu penurunan 1,4 juta barel. Cadangan Strategis Minyak juga turun sebesar 403.000 barel. Persediaan bensin naik 794.000 barel, sementara pasar memperkirakan penurunan 800.000 barel. Persediaan bahan bakar distilat meningkat 1,6 juta barel, sedangkan pasar memperkirakan tidak ada perubahan. Impor minyak mentah dari Venezuela mendekati 800.000 barel, mencapai level tertinggi sejak 2017.
