ARK: SpaceX bukan lagi hanya sebuah perusahaan roket
Pada 19 Juli, setelah melakukan IPO terbesar dalam sejarah, SpaceX mengalihkan narasi utamanya untuk para investor ke arah kecerdasan buatan, bukan lagi bisnis roketnya. Setelah mengakuisisi xAI milik Elon Musk, model besar Grok, dan dua dari pusat data komputasi terbesar di dunia, SpaceX menyampaikan kepada para investor bahwa lebih dari 90% pertumbuhan pasar perusahaan di masa depan akan berasal dari bisnis AI-nya, bukan dari sektor antariksa. Perusahaan ini telah menerapkan strategi terintegrasi secara vertikal di seluruh rantai industri: mengendalikan sendiri peluncuran roket, pusat data komputasi, dan seluruh rantai AI. Saat ini, sumber daya komputasinya disewakan kepada klien eksternal, termasuk perusahaan seperti Anthropic, Google, dan Reflection AI. ARK memperkirakan bahwa setelah operasi diperluas, biaya peluncuran ke luar angkasa dapat turun menjadi di bawah $100 per kilogram; biaya pembangunan pusat data di orbit 25% lebih rendah daripada pusat data yang berbasis di darat, serta dapat menerima sinar matahari secara terus-menerus sehingga nyaris tidak memerlukan biaya energi.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Proporsi pemegang Bitcoin yang mengalami kerugian menurun
Mengapa India tiba-tiba membeli US Treasury dalam jumlah besar? Pembelian bersih pada bulan Juli mencapai 15.2 miliar dolar, mencetak rekor, mekanisme swap khusus menjadi kunci
Berkat pengaturan khusus yang dibuat oleh bank sentral India untuk menarik modal asing, sejumlah besar dana mengalir masuk dan India membeli surat utang AS dalam jumlah rekor pada bulan Juli.
Industri perbankan Jepang memberikan peringatan: Kenaikan imbal hasil obligasi Jepang dapat memicu pengurangan nilai dan guncangan terhadap laba.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang diperkirakan akan terus meningkat, sehingga bank menghadapi risiko pengurangan nilai aset dan menurunnya keuntungan.
