Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengimpor minyak bahan bakar Irak yang diekspor melalui Suriah.
Gelonghui, 24 Juli — Berdasarkan data pelayaran dan dua narasumber yang mengetahui situasi, Amerika Serikat untuk pertama kalinya mulai mengimpor bahan bakar minyak asal Irak yang diekspor melalui Suriah. Sebelumnya, karena jalur perdagangan di kawasan Teluk sempat terhambat awal tahun ini, Irak semakin memperluas jalur ekspor ke Mediterania. Rute transportasi alternatif ini sekali lagi menunjukkan bahwa, dengan Selat Hormuz yang secara efektif telah terhalang selama beberapa bulan, serta perang Iran yang terus mempengaruhi ekspor minyak Teluk, para pengirim kini berupaya mencari jalur baru untuk menghindari Selat Hormuz dan mengirim energi ke pasar global. Menurut data pelayaran Kpler, antara Juni hingga Juli tahun ini, tiga kapal tanker jenis Aframax memuat bahan bakar minyak di pelabuhan Mediterania Suriah, Banyas, dan mengirimkannya ke pesisir Teluk Meksiko di Amerika Serikat. Sumber yang akrab dengan operasi terminal Banyas menyebutkan bahwa kargo tersebut berasal dari Irak. Menurut sumber tersebut, seluruh kargo merupakan bahan bakar minyak Irak yang dikirim melintasi perbatasan dengan truk dari Irak ke Suriah, kemudian dimuat di Banyas. Berdasarkan data Kpler, ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah terdapat kargo bahan bakar minyak yang diekspor dari Suriah dengan tujuan Amerika Serikat.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Proporsi pemegang Bitcoin yang mengalami kerugian menurun
Mengapa India tiba-tiba membeli US Treasury dalam jumlah besar? Pembelian bersih pada bulan Juli mencapai 15.2 miliar dolar, mencetak rekor, mekanisme swap khusus menjadi kunci
Berkat pengaturan khusus yang dibuat oleh bank sentral India untuk menarik modal asing, sejumlah besar dana mengalir masuk dan India membeli surat utang AS dalam jumlah rekor pada bulan Juli.
Industri perbankan Jepang memberikan peringatan: Kenaikan imbal hasil obligasi Jepang dapat memicu pengurangan nilai dan guncangan terhadap laba.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang diperkirakan akan terus meningkat, sehingga bank menghadapi risiko pengurangan nilai aset dan menurunnya keuntungan.
