Hanya dalam satu bulan berbalik arah! Bursa saham Indonesia berubah dari "level terendah dalam lima tahun" menjadi "bull market teknis"
Pasar saham Indonesia telah menyelesaikan pembalikan dramatis setelah mengalami aksi jual selama beberapa bulan, bangkit kuat dari titik terendah lima tahun yang tercapai bulan lalu, dan secara resmi memasuki zona bull market. Pemulihan valuasi, intervensi cepat dari regulator, dan arus masuk dana asing secara bertahap menjadi pendorong utama perubahan ini.
Indeks Komposit Jakarta masih mencatat penurunan sekitar 29% sejak awal tahun, tetapi menurut data LSEG, indeks ini telah rebound lebih dari 10% sejak titik terendah awal Juni, sehingga memenuhi ambang batas bull market.

Beberapa minggu lalu, S&P Global memutuskan untuk mempertahankan peringkat kredit sovereign Indonesia pada BBB dengan prospek stabil, sehingga semakin mendorong sentimen pasar. Mohit Mirpuri, Senior Partner di SGMC Capital mengatakan, “Konfirmasi dari S&P menghilangkan salah satu ketidakpastian makro penting. Dalam sebulan terakhir, logika penetapan harga di pasar telah bergeser dari mencerminkan penurunan fundamental menjadi mencerminkan stabilisasi fundamental perusahaan.”
Rebound kali ini sangat berarti bagi investor—pasar saham Indonesia sebelumnya terjebak dalam kontroversi tata kelola dan tekanan ganda dari arus keluar dana asing, sehingga kepercayaan pasar sempat jatuh ke titik terendah. Dengan sejumlah faktor positif yang saling menumpuk, sentimen pasar mengalami perubahan nyata, memberikan jendela bagi investor pasar emerging untuk menilai kembali aset Indonesia.
MSCI Menunda Penurunan Peringkat, Tekanan Jual Panik Berhasil Dihentikan
Sepanjang tahun 2026, pasar saham Indonesia berada dalam volatilitas tinggi, dipicu oleh lembaga penyusun indeks MSCI yang meragukan tata kelola beberapa saham Indonesia dan menyatakan akan mempertimbangkan penurunan Indonesia dari pasar emerging menjadi pasar frontier. Masalah struktural seperti proporsi saham beredar yang rendah dan konsentrasi kepemilikan yang tinggi telah lama ada di pasar Indonesia dan menjadi fokus perhatian MSCI.
Menurut CNBC, Gareth Leather, Senior Economist di Capital Economics, mengatakan penundaan penurunan peringkat oleh MSCI memberikan “kenyamanan besar” bagi investor dan secara efektif menghentikan tekanan jual panik. Di waktu yang sama, sebagian investor mulai mengambil untung dari saham AI dan teknologi yang valuasinya tinggi, lalu mengalihkan dana ke pasar dengan harga yang lebih menarik.
Efek Valuasi Murah Muncul, Dana Asing Kembali Berminat
Seiring harga saham terus turun, daya tarik valuasi saham Indonesia semakin menonjol. Liza Camelia, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan kepada CNBC, “Setelah beberapa bulan aksi jual besar-besaran, harga saham Indonesia sudah sangat murah hingga sulit diabaikan.”
Sinyal positif dari sisi fiskal juga memberikan kepercayaan pada pasar. Camelia menunjukkan bahwa penerimaan pajak pemerintah semester pertama melonjak kuat, pendapatan fiskal melebihi ekspektasi, sehingga risiko fiskal yang sebelumnya dikhawatirkan pasar kini mulai mereda dan kondisi riil lebih baik dari perkiraan pesimis sebelumnya.
Intervensi proaktif dari otoritas pengawas keuangan Indonesia juga menjadi penopang penting bagi rebound kali ini. Regulator meluncurkan upaya meningkatkan proporsi saham beredar minimum dan memperkuat persyaratan pengungkapan informasi kepemilikan saham, langsung menjawab tuntutan utama pasar atas likuiditas dan transparansi.
Jeemin Bang, Associate Economist Moody's Analytics, mengatakan langkah-langkah tersebut membantu “mengatasi kelemahan likuiditas pasar dan masalah transparansi serta konsentrasi kepemilikan yang muncul, yang sebelumnya menyebabkan sebagian investor meninggalkan pasar”. Respons cepat dari regulator telah, sampai batas tertentu, membangun kembali kepercayaan dasar pasar terhadap lingkungan aturan pasar modal Indonesia.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Sepatu kenaikan suku bunga sudah jatuh! Siklus pengetatan Federal Reserve mungkin akan dimulai kembali, pasar global takut menghadapi dampak berantai
Federal Reserve sedang memperketat kebijakan moneter, dan dampaknya kemungkinan besar akan jauh melampaui wilayah Amerika Serikat.

Apakah SpaceX adalah saham AI defensif?
Saat saham AI mengalami tekanan, Morgan Stanley tetap mendukung bahwa SpaceX memiliki atribut pertahanan terkuat dan mempertahankan target harga $300. Analis menilai bisnis penerbangan luar angkasa dan Starlink membangun parit arus kas yang kuat, sedangkan potensi jangka panjang seperti "AI orbit" hampir tidak dihargai oleh pasar. Ditambah lagi dengan kemampuan eksekusi krisis Elon Musk yang luar biasa, saat ini adalah momen ideal untuk bertaruh pada raksasa AI berbasis luar angkasa di harga rendah.
Morgan Stanley memberi label baru kepada SpaceX (SPCX.US): “bantalan keamanan” di tengah gejolak AI, target harga hingga 300 dolar AS
Di tengah kepanikan penjualan saham-saham terkait konsep AI, analis Morgan Stanley Adam Jonas justru menyampaikan pandangan yang cukup berbeda kepada kliennya: SpaceX mungkin justru merupakan salah satu aset AI yang lebih defensif dalam gejolak kali ini.

