Didorong oleh ekspektasi perjanjian Iran dan penurunan imbal hasil obligasi AS, harga emas menguat
Emas spot menguat: Ekspektasi pembukaan kembali lalu lintas Selat Hormuz menekan harga minyak, meredakan tekanan inflasi
Menurut laporan dari Radio dan Televisi Republik Islam Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran baru-baru ini menyatakan Iran dan Oman masih bernegosiasi mengenai Selat Hormuz. Disebutkan Teheran sedang mempertimbangkan apakah akan mengizinkan negara-negara Eropa melakukan operasi penyapuan ranjau di selat; Presiden AS Trump membagikan artikel tanggal 2 Agustus berjudul "Trump: AS dan Iran Melanjutkan Negosiasi Denuklirisasi pada Senin, Kesepakatan Hampir Tercapai".
Data Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) AS bulan Juni turun dari 7,537 juta menjadi 7,359 juta, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 7,4 juta. Jumlah PHK berada di level rendah, menunjukkan aktivitas PHK dan perekrutan perusahaan sama-sama landai, jumlah pengangguran relatif setara dengan lowongan kerja, mencerminkan keseimbangan pasar tenaga kerja secara keseluruhan.
Departemen Perdagangan AS mengumumkan defisit neraca perdagangan bulan Juni turun dari 77,6 miliar dolar AS menjadi 73,3 miliar dolar AS, sedikit lebih tinggi dari proyeksi 73 miliar dolar AS.
Fokus pasar saat ini tertuju pada data perubahan pekerjaan ADP bulan Juli, dimana diperkirakan sektor swasta akan menambah 70 ribu pekerjaan, turun dari 98 ribu pada bulan Juni. Selanjutnya, pasar akan menanti klaim awal tunjangan pengangguran pada Kamis, diikuti laporan pekerjaan non-pertanian Juli, diproyeksikan ekonomi AS menambah 80 ribu lapangan kerja.
Perlu diperhatikan, jika harga minyak terus anjlok, harga emas berpotensi naik lebih lanjut. Minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), anjlok hampir 5%, diperdagangkan di level 76,09 dolar AS/barel; pasar memperkirakan data inflasi akan melemah, mendorong imbal hasil obligasi AS turun. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun 10 basis poin menjadi 4,687%.
Data PrimeTerminal menunjukkan harga di pasar uang mengindikasikan probabilitas kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan 16 September mendekati 59%; probabilitas kenaikan di pertemuan Desember sebesar 83%.
Selain itu, Presiden Federal Reserve New York John Williams pada Senin menyampaikan optimisme, menilai tekanan inflasi akan mereda secara bertahap. Namun ia menekankan, jika inflasi tidak mendingin seperti yang diperkirakan, The Fed siap merespons dengan kenaikan suku bunga.
Analisis teknis emas spot: Secara umum masih cenderung bearish, namun harga emas berpeluang menembus 4.100 dolar AS
Harga emas sedang dalam fase konsolidasi dan untuk pertama kalinya sejak Jumat lalu mendekati level 4.100 dolar AS. Relative Strength Index (RSI) menunjukkan momentum bullish mulai terbentuk, indikator ini segera menembus garis netral 50 ke atas, sebagian trader menjadikannya sinyal beli emas.
Untuk melanjutkan tren bearish, harga emas perlu menembus level terendah intraday 3 Agustus di 4.019 dolar AS. Jika level ini jebol, akan menguji level psikologis 4.000 dolar AS, lalu ke level terendah 17 Juni di 3.959 dolar AS.
Editor: Guo Jian
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
SpaceX, Rocket Lab dan saham luar angkasa lainnya mendapat katalis baru? Amerika Serikat pertama kali mengkonfirmasi memiliki senjata luar angkasa di orbit, percepatan pelaksanaan “Golden Dome” terus berlangsung
Militer Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat kini memiliki "senjata pengendali luar angkasa" yang sudah berada di orbit, sementara proyek pencegat berbasis luar angkasa "Iron Dome" telah maju ke tahap "perangkat keras yang bisa terbang".

Meta (META.US) Zuckerberg menanggapi perdebatan tentang “perlambatan” AI: tetap mendorong kemampuan model dan memperkuat perlindungan keamanan
CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, bersama Kepala AI perusahaan, Alexander Wang, menyampaikan pandangan terkait perdebatan mengenai kecepatan pengembangan AI. Mereka menyatakan bahwa laboratorium AI sebaiknya tetap melanjutkan pengembangan kemampuan model, sembari membangun langkah-langkah perlindungan yang lebih kuat terhadap model yang semakin canggih.

SK Hynix (SKHY.US) berencana untuk pertama kalinya membuat chip memori di Amerika Serikat, menyewa pabrik Intel (INTC.US) di Ohio atau membangun usaha patungan
SK Hynix Korea (SKHY.US) dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Intel (INTC.US) mengenai sebuah kesepakatan yang, jika tercapai, akan memungkinkan mereka untuk pertama kalinya memproduksi chip memori di Amerika Serikat.

Posisi mencapai 8,668,000 dolar AS, sebuah alamat melakukan long emas dengan leverage 20 kali.
