Goldman Sachs: Intervensi Yen Memperkuat Dominasi Dolar
Pada 7 Agustus, Goldman Sachs menyatakan bahwa intervensi baru-baru ini oleh Amerika Serikat dan Jepang untuk mendukung yen tidak melemahkan status dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia, melainkan justru memperkuatnya. Analisis tersebut mencatat bahwa intervensi Washington pada nilai tukar euro/yen dan potensi penggunaan fasilitas FIMA dolar milik The Fed oleh Jepang menyoroti kedalaman dan likuiditas pasar keuangan AS. Goldman Sachs meyakini bahwa saat ini tidak ada aset cadangan pesaing yang mampu menandingi dolar dalam hal infrastruktur global, likuiditas, dan kepraktisan selama periode tekanan keuangan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tiga indeks utama saham AS turun tajam dalam waktu singkat, indeks Dow Jones turun 0,55%.
Waller: Federal Reserve akan mencapai tujuan stabilitas harga
Stok minyak mentah Amerika terus menurun selama tiga minggu, sementara stok bensin dan minyak sulingan meningkat; impor minyak mentah Venezuela mencapai level tertinggi dalam hampir 10 tahun.
Menurut EIA, hingga pekan yang berakhir pada 11 September, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 640.000 barel, lebih kecil dari ekspektasi pasar yaitu penurunan 1,4 juta barel. Cadangan Strategis Minyak juga turun sebesar 403.000 barel. Persediaan bensin naik 794.000 barel, sementara pasar memperkirakan penurunan 800.000 barel. Persediaan bahan bakar distilat meningkat 1,6 juta barel, sedangkan pasar memperkirakan tidak ada perubahan. Impor minyak mentah dari Venezuela mendekati 800.000 barel, mencapai level tertinggi sejak 2017.
Li Ying Bicara Crypto: Analisis Terbaru Pasar bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) 17 September

