Harga XRP Menghadapi Risiko 35% karena Arus ETF dan Probabilitas Melemah
- XRP menghadapi tekanan pada level support setelah penurunan siklus sebesar 72%.
- Arus masuk ETF melemah seiring peluang persetujuan Clarity Act menurun.
- Analis mengamati zona kunci sebelum potensi pemulihan XRP.
Harga XRP mendapat perhatian baru dari pasar saat para trader menilai sinyal teknikal, permintaan ETF, dan ketidakpastian regulasi. Token tersebut baru-baru ini mendekati level support penting setelah mengalami penurunan signifikan dari puncak siklusnya. Analis masih terpecah, sebagian menilai penurunan akan berlanjut sementara lainnya memantau zona pemulihan jangka panjang yang potensial.
Struktur harga XRP saat ini mencerminkan keseimbangan antara momentum bearish dan potensi minat akumulasi.
Harga XRP Menghadapi Tekanan Akibat Ketidakpastian Pasar
Sementara itu, analis teknikal Crypto Patel mengatakan XRP dapat memasuki zona akumulasi makro antara $0,85 dan $0,65. Ia mencatat bahwa XRP telah turun 72% dari puncak siklusnya setelah kehilangan struktur pasar utama.
Namun, XRP harus melewati level resistance saat ini sebelum mengonfirmasi tren naik yang lebih kuat.
Data pasar juga menunjukkan permintaan institusional yang semakin lemah. Exchange-traded funds yang terhubung dengan XRP mencatat arus masuk sebesar $27 juta bulan lalu, di bawah level bulanan sebelumnya.
Harga XRP Dipengaruhi Perkembangan Clarity Act dan ETF
Selain itu, perkembangan regulasi turut memengaruhi sentimen terhadap XRP dan cryptocurrency lain yang berfokus pada pembayaran. Data Polymarket menunjukkan peluang Clarity Act lolos pada 2026 menurun menjadi 14%.
Peluang persetujuan yang lebih rendah meningkatkan ketidakpastian pada proyek yang terhubung dengan infrastruktur stablecoin dan pembayaran aset digital. Pergerakan harga XRP juga mencerminkan kehati-hatian pasar secara keseluruhan saat investor menilai regulasi masa depan.
Token tersebut baru-baru ini diperdagangkan di dekat area support $1, di mana analis mengamati apakah akan terjadi stabilisasi atau penurunan lebih lanjut.

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tiga indeks utama saham AS turun tajam dalam waktu singkat, indeks Dow Jones turun 0,55%.
Waller: Federal Reserve akan mencapai tujuan stabilitas harga
Stok minyak mentah Amerika terus menurun selama tiga minggu, sementara stok bensin dan minyak sulingan meningkat; impor minyak mentah Venezuela mencapai level tertinggi dalam hampir 10 tahun.
Menurut EIA, hingga pekan yang berakhir pada 11 September, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 640.000 barel, lebih kecil dari ekspektasi pasar yaitu penurunan 1,4 juta barel. Cadangan Strategis Minyak juga turun sebesar 403.000 barel. Persediaan bensin naik 794.000 barel, sementara pasar memperkirakan penurunan 800.000 barel. Persediaan bahan bakar distilat meningkat 1,6 juta barel, sedangkan pasar memperkirakan tidak ada perubahan. Impor minyak mentah dari Venezuela mendekati 800.000 barel, mencapai level tertinggi sejak 2017.
Li Ying Bicara Crypto: Analisis Terbaru Pasar bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) 17 September

