CITIC Securities: Intervensi Bersama AS-Jepang dalam FX Bertujuan Mencegah Risiko Dampak dari Pelemahan Yen yang Berkelanjutan
CITIC Securities merilis laporan riset yang menyatakan bahwa intervensi bersama AS-Jepang di pasar valuta asing bertujuan untuk mencegah penyebaran risiko akibat terus melemahnya yen. Dilema utama Jepang terletak pada inflasi domestik yang terus berada di bawah target Bank of Japan, sehingga keinginan untuk menaikkan suku bunga dalam kebijakan moneter terbatas. Sementara itu, rencana pemotongan pajak kabinet Takaichi dapat semakin memperlebar defisit fiskal Jepang, yang dapat merusak kepercayaan investor terhadap aset yen. Di sisi lain, AS khawatir bahwa Jepang mungkin akan mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah AS untuk menstabilkan nilai tukar, yang dapat semakin mendorong kenaikan suku bunga jangka panjang di tengah pasokan utang AS yang tetap tinggi. Secara keseluruhan, intervensi jangka pendek di pasar valuta asing oleh AS dan Jepang membantu menstabilkan ekspektasi pasar, tetapi dengan selisih suku bunga antara kedua negara yang masih tinggi, ruang untuk apresiasi yen yang signifikan dan berkelanjutan tetap terbatas. Dibandingkan dengan pasar saham Jepang, saham AS masih memiliki keunggulan yang lebih menonjol dalam pertumbuhan laba, struktur industri, dan rantai pasok AI.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Li Ying Bicara Crypto: Analisis Terbaru Pasar bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) 17 September

Tigress menaikkan target harga Intel menjadi 145 dolar AS
SK Hynix (SKHY.US) menanggapi rumor tentang pembuatan chip di Amerika Serikat bersama Intel: Belum ada keputusan final
SK Hynix (SKHY.US) membantah rumor bahwa mereka sedang bernegosiasi dengan Intel (INTC.US) mengenai produksi chip memori pertama kali di Amerika Serikat.

