Tom Lee: Keberhasilan OpenAI dan Robinhood berasal dari visi pendiri, bukan dari ketergantungan pada alat AI.
Menurut laporan dari TechFlow pada 16 Agustus, Ketua Bitmine Tom Lee menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa di era kecerdasan buatan, visi dan kemampuan pengambilan keputusan pendiri perusahaan menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Sebenarnya, yang mendorong perkembangan perusahaan bukanlah sekadar mengajukan pertanyaan ke AI, melainkan kemampuan untuk menciptakan arah masa depan. Keberadaan OpenAI tidak lepas dari visi Sam Altman; begitu pula dengan perkembangan Anthropic dan perusahaan terkait AI milik Elon Musk. Nilai inti para founder ini adalah menetapkan strategi dan arah jangka panjang, bukan sekadar menanyakan pada model AI mereka apa langkah selanjutnya yang harus diambil.
Tom Lee juga memasukkan CEO Robinhood Vlad Tenev dalam kategori yang sama, dengan menyebut bahwa ia memimpin perusahaan di pasar dengan pertumbuhan pesat yang bahkan melebihi laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Vlad Tenev juga menjadi salah satu alasan utama Tom Lee yakin pada saham Robinhood. Ia menilai, di era AI, teknologi itu sendiri kemungkinan akan menjadi semakin umum, namun kemampuan founder untuk mendefinisikan arah pasar dan mendorong eksekusi organisasi tetap akan menjadi keunggulan kompetitif jangka panjang bagi perusahaan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Tiga indeks utama saham AS turun tajam dalam waktu singkat, indeks Dow Jones turun 0,55%.
Waller: Federal Reserve akan mencapai tujuan stabilitas harga
Stok minyak mentah Amerika terus menurun selama tiga minggu, sementara stok bensin dan minyak sulingan meningkat; impor minyak mentah Venezuela mencapai level tertinggi dalam hampir 10 tahun.
Menurut EIA, hingga pekan yang berakhir pada 11 September, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 640.000 barel, lebih kecil dari ekspektasi pasar yaitu penurunan 1,4 juta barel. Cadangan Strategis Minyak juga turun sebesar 403.000 barel. Persediaan bensin naik 794.000 barel, sementara pasar memperkirakan penurunan 800.000 barel. Persediaan bahan bakar distilat meningkat 1,6 juta barel, sedangkan pasar memperkirakan tidak ada perubahan. Impor minyak mentah dari Venezuela mendekati 800.000 barel, mencapai level tertinggi sejak 2017.
