Media asing: XRP masih memiliki dua faktor pendukung untuk kenaikan berikutnya
XRP sempat naik ke rekor tertinggi sebesar 3,65 dolar AS pada tahun 2025, namun memasuki 2026 trennya melemah dan turun sekitar 73% dari puncaknya. Media asing menilai, meskipun performa jangka pendek cenderung lemah, XRP masih berpotensi mendapatkan keuntungan pada siklus kenaikan pasar berikutnya, terutama karena ekspektasi ETF dan adopsi infrastruktur Ripple.
Ekspektasi tetap ada setelah gugatan selesai

Artikel tersebut menyebutkan, selama bertahun-tahun XRP berada di bawah tekanan, dengan latar belakang penting yakni Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat mengajukan gugatan terhadap Ripple pada akhir 2020 karena menjual sekuritas yang belum terdaftar. Kemudian, pengadilan AS memutuskan bahwa penjualan XRP kepada institusi baru masuk dalam ranah hukum sekuritas. Hasil ini jelas memperbaiki sentimen pasar, terutama meningkatkan kepercayaan investor ritel.
Pada 2025, sengketa hukum antara Ripple dan SEC semakin menuju penyelesaian. Di tahun yang sama, pasar juga kedatangan beberapa XRP spot ETF. Artikel tersebut menilai, produk-produk ini diluncurkan di waktu yang kurang menguntungkan, ketika pasar sudah memasuki fase penurunan, sehingga tidak langsung mendorong lonjakan harga.
ETF bisa menjadi pintu masuk modal berikutnya
Media asing berpendapat, ETF telah menjadi pintu masuk penting untuk aliran dana ke pasar kripto. Sebelumnya, Bitcoin dan Ethereum mencetak rekor baru pada 2025, sebagian karena arus masuk dana ETF. Berdasarkan logika ini, jika pasar kembali memasuki siklus naik, XRP spot ETF mungkin bisa menarik lebih banyak perhatian dana baru.
Ripple bertaruh pada tokenisasi aset
Alasan kedua yang dipaparkan artikel ini adalah langkah Ripple dalam membangun infrastruktur blockchain. Sebagai perusahaan teknologi finansial di balik XRP Ledger, Ripple terus mendorong adopsi jaringan mereka untuk pembayaran dan tokenisasi aset dalam beberapa tahun terakhir.
Artikel ini juga mengutip pernyataan CEO BlackRock Larry Fink, bahwa tokenisasi aset dunia nyata dalam beberapa tahun ke depan bisa menjadi arah penting bagi industri keuangan. Dengan latar belakang tersebut, jika Ripple berhasil memperluas adopsi infrastruktur terkait, XRP juga berpotensi mendapatkan perhatian baru di pasar.

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
SpaceX, Rocket Lab dan saham luar angkasa lainnya mendapat katalis baru? Amerika Serikat pertama kali mengkonfirmasi memiliki senjata luar angkasa di orbit, percepatan pelaksanaan “Golden Dome” terus berlangsung
Militer Amerika Serikat untuk pertama kalinya secara terbuka mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat kini memiliki "senjata pengendali luar angkasa" yang sudah berada di orbit, sementara proyek pencegat berbasis luar angkasa "Iron Dome" telah maju ke tahap "perangkat keras yang bisa terbang".

Meta (META.US) Zuckerberg menanggapi perdebatan tentang “perlambatan” AI: tetap mendorong kemampuan model dan memperkuat perlindungan keamanan
CEO Meta Platforms, Mark Zuckerberg, bersama Kepala AI perusahaan, Alexander Wang, menyampaikan pandangan terkait perdebatan mengenai kecepatan pengembangan AI. Mereka menyatakan bahwa laboratorium AI sebaiknya tetap melanjutkan pengembangan kemampuan model, sembari membangun langkah-langkah perlindungan yang lebih kuat terhadap model yang semakin canggih.

SK Hynix (SKHY.US) berencana untuk pertama kalinya membuat chip memori di Amerika Serikat, menyewa pabrik Intel (INTC.US) di Ohio atau membangun usaha patungan
SK Hynix Korea (SKHY.US) dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Intel (INTC.US) mengenai sebuah kesepakatan yang, jika tercapai, akan memungkinkan mereka untuk pertama kalinya memproduksi chip memori di Amerika Serikat.

Posisi mencapai 8,668,000 dolar AS, sebuah alamat melakukan long emas dengan leverage 20 kali.
