Peringatan Merah XRP: Inilah yang Dikatakan Sinyal Gaussian Channel
XRP telah diperdagangkan di bawah $1,10 selama berminggu-minggu, dan sebagian besar trader sudah tidak mengharapkan pemulihan dalam waktu dekat. Namun, analis kripto Steph Is Crypto memiliki pendapat berbeda. Dalam video terbarunya, ia menjelaskan bahwa zona harga saat ini sangat mirip dengan pola yang muncul sebelum dua bull run terbesar XRP sebelumnya.
Steph menunjukkan garis tren menurun pada grafik mingguan XRP yang dimulai sejak 2020. Ia mengatakan XRP telah menyentuh garis ini dua kali sebelumnya, pertama kali pada 2020 dan kedua pada 2024, dan kedua sentuhan tersebut memicu penurunan harga yang tajam. Ia kemudian membalik grafik tersebut.
Saat dibalik, katanya, penurunan itu justru menjadi titik awal dari pasar bullish utama. XRP kembali berada di garis tren yang sama, dengan analis mencatat bahwa aset tersebut diperdagangkan “di sekitar satu dolar.”
Sinyal Gaussian Channel
Steph beralih ke grafik dua mingguan dan menerapkan indikator Gaussian channel. Ia menjelaskan bahwa harga yang diperdagangkan di atas channel menandakan momentum bullish yang kuat, sementara penurunan di bawah channel secara historis menandakan dasar pasar bearish. Ia memberikan dua contoh sebelumnya.
Pada 2017, XRP sempat turun di bawah channel sebelum bull run dimulai. Pada 2020, harga bertahan di bawah channel selama 28 hari sebelum berbalik naik. Steph mengatakan XRP kini telah diperdagangkan di bawah Gaussian channel selama 28 hari, sama seperti pola tahun 2020.
Grafik Denominasi Emas Menambah Dukungan
Steph memaparkan grafik ketiga, yakni XRP yang diukur terhadap emas, bukan dolar AS. Ia mengatakan garis tren tahun 2020 yang sama juga berlaku di sini, dan setiap bull run sebelumnya dimulai dari garis tersebut. Menurutnya, XRP kembali berada di garis tren tersebut saat video direkam.
Kesimpulan Analis
Menggabungkan ketiga grafik tersebut, Steph mengatakan ada kemungkinan besar bahwa dasar pasar bearish XRP sudah terbentuk atau sangat dekat. Ia tidak menutup kemungkinan adanya penurunan lebih lanjut, mengatakan XRP masih bisa turun lagi 10% hingga 20% dari level saat ini.
Namun, ia menggambarkan zona saat ini sebagai wilayah di mana investor sebaiknya mulai membangun minat terhadap XRP, bukan saat euforia tinggi. Ia mengatakan pembeli sebaiknya bertindak saat terjadi “darah, ketakutan dan depresi” ketimbang menunggu kekuatan kembali.
Analisis Steph didasarkan pada pengulangan pola historis, bukan sinyal pembalikan yang sudah terkonfirmasi. Ia mengakui bahwa kemungkinan penurunan lebih lanjut tetap ada meski hipotesis besarnya berjalan. Trader yang memantau pergerakan harga XRP tetap perlu konfirmasi di luar sejarah grafik sebelum mengambil kesimpulan pasti soal dasar harga.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tiga indeks utama saham AS turun tajam dalam waktu singkat, indeks Dow Jones turun 0,55%.
Waller: Federal Reserve akan mencapai tujuan stabilitas harga
Stok minyak mentah Amerika terus menurun selama tiga minggu, sementara stok bensin dan minyak sulingan meningkat; impor minyak mentah Venezuela mencapai level tertinggi dalam hampir 10 tahun.
Menurut EIA, hingga pekan yang berakhir pada 11 September, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun 640.000 barel, lebih kecil dari ekspektasi pasar yaitu penurunan 1,4 juta barel. Cadangan Strategis Minyak juga turun sebesar 403.000 barel. Persediaan bensin naik 794.000 barel, sementara pasar memperkirakan penurunan 800.000 barel. Persediaan bahan bakar distilat meningkat 1,6 juta barel, sedangkan pasar memperkirakan tidak ada perubahan. Impor minyak mentah dari Venezuela mendekati 800.000 barel, mencapai level tertinggi sejak 2017.
Li Ying Bicara Crypto: Analisis Terbaru Pasar bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) 17 September

