Pelatih kekayaan Kamilah Stevenson mengatakan lebih dari 100 juta XRP telah masuk ke dalam sistem bridging XRP milik Flare, sebuah angka yang ia sampaikan sebagai bukti bahwa pemegang mulai menggunakan token tersebut untuk peminjaman, jaminan, dan strategi hasil daripada hanya membiarkannya menganggur.
Poin terpenting, menurutnya, adalah bahwa arus masuk tersebut “murni organik” — didorong oleh pemegang XRP individu, bukan alokasi institusional atau token yang baru diterbitkan.
Video YouTube tersebut tidak mengidentifikasi tanggal pasti untuk pencapaian itu, sumber on-chain yang digunakan untuk menghitungnya, atau berapa banyak dari XRP yang di-bridge yang masih aktif digunakan. Kendati demikian, Stevenson menyoroti angka yang dilaporkan sebagai perubahan signifikan bagi aset yang sering dikritik karena utilitas on-chain yang terbatas di luar perdagangan dan pembayaran.
Flare Bridge Mengubah XRP Menjadi Jaminan DeFi
Flare memungkinkan pemegang XRP membawa token mereka ke dalam jaringannya melalui proses wrapping, menciptakan FXRP yang dapat berinteraksi dengan aplikasi keuangan terdesentralisasi. Menurut Stevenson, pengguna berpotensi meminjamkan aset tersebut, memperoleh imbal hasil, atau menjadikannya sebagai jaminan untuk meminjam tanpa harus menjual kepemilikan XRP mereka.
Ia mengatakan bahwa permintaan telah tumbuh cukup besar sehingga kapasitas XRP sistem tersebut harus ditingkatkan, dan mencatat bahwa XRP telah disetujui sebagai jaminan untuk peminjaman. Argumen utamanya adalah bahwa pergerakan sukarela ke DeFi memiliki dampak lebih besar dibandingkan pertumbuhan yang dihasilkan dari insentif token, kemitraan perusahaan, atau program likuiditas internal.
“Setiap satu XRP” yang dialihkan ke penggunaan produktif, ujarnya, adalah XRP yang tidak lagi mengendap di bursa menunggu untuk dijual. Kerangka ini memperlakukan XRP yang di-bridge sebagai pasokan yang secara efektif dihapus dari saldo bursa yang bisa langsung diperdagangkan, meski tidak berarti token tersebut terkunci permanen atau tidak tersedia untuk kembali ke pasar.
Peluang Imbal Hasil Hadir Bersama Risiko Kontrak Pintar dan Kustodian
Stevenson mengungkapkan bahwa ia secara pribadi telah me-wrapping sejumlah kecil XRP untuk digunakan di Flare, di mana ia menyebutnya sebagai eksperimen ketimbang alokasi besar-besaran.
Ia memperingatkan penonton bahwa eksposur ke DeFi membawa risiko, khususnya bagi investor yang mungkin tidak mampu menanggung kerugian akibat kegagalan kontrak pintar, masalah bridge, likuidasi, atau kesalahan operasional.
Sinyal yang relevan bukan sekadar klaim 100 juta-XRP namun apakah penggunaan tersebut tetap bertahan setelah insentif, kondisi pasar, dan permintaan peminjaman berubah. Jika XRP semakin banyak digunakan sebagai jaminan atau likuiditas, maka perannya dalam pasar on-chain semakin dalam.

