Di tengah suara "kenaikan suku bunga berkelanjutan", Trump meminta Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga: Amerika Serikat seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia
Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat harus memiliki suku bunga terendah di dunia, dan kembali mengancam akan memutus hubungan perdagangan dengan negara-negara yang mengalami defisit perdagangan sebagai tekanan terhadap Federal Reserve. Namun, data CPI AS untuk Agustus melebihi ekspektasi, dan pasar saat ini memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September mencapai 86%. Ketua Federal Reserve, Walsh, menghadapi tekanan kenaikan suku bunga yang berlawanan. Perang antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung selama tujuh bulan, kenaikan harga energi yang dipadukan dengan kebijakan tarif semakin mempersulit tercapainya target inflasi Federal Reserve.
Di tengah inflasi yang melebihi ekspektasi dan pasar bertaruh pada kenaikan suku bunga, Trump tetap teguh menekan Federal Reserve, menuntut biaya pinjaman diturunkan.
Pada hari Minggu, 13 September, Trump mengatakan kepada wartawan saat menghadiri Irish Open di Irlandia: "Amerika Serikat begitu kuat, kita seharusnya membayar suku bunga terendah di dunia, tidak peduli bagaimana mereka menghitung rumusnya."
Pernyataan ini muncul pada momen yang sensitif: dua hari sebelumnya, data CPI Amerika Serikat bulan Agustus dirilis, dengan kenaikan yang melebihi ekspektasi. Menurut Bloomberg, pasar langsung menaikkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve—kemungkinan kenaikan pada bulan September naik menjadi 86%, dan diperkirakan ada dua kali kenaikan sepanjang tahun ini.
Ketika ditanya apakah ia memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan minggu depan, Trump menjawab: "Saya tidak tahu."
Tekanan Trump tidak hanya berupa kata-kata. Pada awal September, Trump memberi sinyal bahwa jika Federal Reserve tidak memangkas suku bunga, ia akan mempertimbangkan untuk menghentikan perdagangan dengan ekonomi yang memiliki defisit perdagangan dengan Amerika Serikat. Pada hari Minggu, saat wartawan menanyakan apakah ia benar-benar akan memenuhi ancaman tersebut, ia secara tegas menyatakan: "Ya, saya akan melakukannya terhadap beberapa negara." "Ini akan diterapkan secara bertahap dalam beberapa waktu ke depan."
Pada hari yang sama, Trump juga berkata: "Saya lebih mengerti rumusnya daripada siapa pun. Dengan kredit terbaik di dunia, kita justru membuat negara lain semakin kaya. Kita bisa mematikan 'saklar' ini dalam dua menit."
Walsch di Bawah Tekanan, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Meningkat
Ketua Federal Reserve, Walsch, kini menghadapi tekanan kenaikan suku bunga yang semakin kuat.
Data CPI bulan Agustus yang melampaui ekspektasi secara luas dianggap pasar sebagai sinyal pendorong kenaikan suku bunga untuk pertama kali dalam tiga tahun. Sejak Walsch menjadi Ketua Federal Reserve, ia memang tidak sering dikritik Trump secara terbuka seperti pendahulunya, Powell, namun beberapa pekan terakhir Trump jelas menunjukkan ketidakpuasannya terhadap kebijakan Federal Reserve.
Trump beberapa kali mengkritik Powell yang dinilai enggan menurunkan biaya pinjaman secara lebih agresif. Untuk Walsch, ia mengisyaratkan bahwa tindakan Walsch mungkin terbelenggu oleh Dewan Gubernur Federal Reserve yang menurutnya "sangat politis".
Federal Reserve Dihadapkan Banyak Tekanan
Federal Reserve saat ini menghadapi situasi makroekonomi yang sangat kompleks.
Perang antara Amerika Serikat dan Iran telah memasuki bulan ketujuh, harga energi terus meningkat. Pada saat yang sama, kebijakan tarif Trump juga terus mendorong tekanan inflasi, membuat jalur pencapaian target inflasi oleh Federal Reserve semakin rumit.
Pada tataran politik, pemilih memberi Trump penilaian rendah dalam penanganan perang dan masalah ekonomi. Kenaikan biaya hidup—meliputi energi, perumahan, layanan kesehatan, dan kebutuhan pokok—telah menjadi salah satu isu yang paling diperhatikan pemilih menjelang pemilu paruh waktu bulan November. Kontrol Partai Republik atas Kongres pun menghadapi ancaman.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
