Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Stok minyak mentah Amerika Serikat naik secara tak terduga menekan harga minyak, kekhawatiran atas pasokan dari Arab Saudi sementara terabaikan.

Stok minyak mentah Amerika Serikat naik secara tak terduga menekan harga minyak, kekhawatiran atas pasokan dari Arab Saudi sementara terabaikan.

智通财经智通财经2026/09/16 02:36
Tampilkan aslinya
  1. Pada hari Rabu, harga minyak internasional sedikit melemah karena terjadi kenaikan tak terduga pada persediaan minyak mentah Amerika Serikat, sementara para investor sedang mengevaluasi risiko pasokan yang ditimbulkan oleh penghentian sementara pengiriman di Pelabuhan Yanbu Arab Saudi. Kontrak berjangka Brent turun 0,35% menjadi 108,10 dolar AS per barel; kontrak berjangka WTI turun 1% menjadi 104,80 dolar AS per barel.
  2. Pada hari perdagangan sebelumnya, harga minyak acuan utama keduanya ditutup naik lebih dari 3 dolar AS, mencapai level tertinggi sejak 19 Mei, terutama karena kekhawatiran pasokan akibat penangguhan pengapalan di Pelabuhan Yanbu dan dampak Arab Saudi yang mengurangi ekspor minyak mentah ke Eropa.
  3. Data dari American Petroleum Institute menunjukkan bahwa pada pekan yang berakhir 11 September, persediaan minyak mentah, bensin, dan distilat AS semuanya meningkat, dengan persediaan minyak mentah bertambah 7,1 juta barel. Namun, survei sebelumnya memperkirakan analis justru akan terjadi penurunan sekitar 1,6 juta barel. Haitong Futures dalam laporannya menyebutkan bahwa kenaikan persediaan bensin dan diesel yang tak terduga memberikan tekanan pada harga minyak, namun penumpukan persediaan secara regional tidak mengubah kondisi fundamental pasar minyak mentah global yang tetap ketat.
  4. Narasumber dari perdagangan minyak dan pelayaran pada hari Selasa mengatakan bahwa Saudi Aramco telah memberi tahu klien di Eropa bahwa sebagian kargo minyak mentah yang dijadwalkan dikapalkan pada bulan September akan dibatalkan, dan aktivitas pengapalan minyak mentah dari Pelabuhan Yanbu di Laut Merah juga telah dihentikan. Menteri Energi Amerika Serikat menyatakan bahwa pengiriman minyak mentah melalui pipa timur-barat Arab Saudi diperkirakan akan kembali normal dalam beberapa hari. Namun, narasumber yang diwawancarai memberikan perkiraan berbeda mengenai lamanya pipa tersebut tidak beroperasi; satu menyebutkan perbaikan bisa memakan waktu lima hingga enam minggu, sementara yang lain mengatakan bahwa seiring kemajuan perbaikan, kemungkinan pengiriman minyak via pipa bisa pulih sebagian lebih awal.
0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!