Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Wamenkeu: Insentif Pajak Perlu Dievaluasi

Wamenkeu: Insentif Pajak Perlu Dievaluasi

Liputan6Liputan62026/09/16 13:39
Oleh:Liputan6
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Kamis (5/2/2026). (Foto: Liputan6.com/Immanuel Christian)

Liputan6.com, Jakarta -
Pemerintah mulai mengevaluasi efektivitas insentif pajak yang selama ini diberikan kepada pelaku usaha. Evaluasi diarahkan untuk memastikan fasilitas perpajakan tersebut memberikan dampak nyata terhadap perekonomian, terutama dalam mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan evaluasi tidak hanya akan melihat manfaat yang diterima wajib pajak, tetapi juga biaya fiskal yang harus ditanggung pemerintah.

“Insentif pajak perlu dievaluasi dengan mempertimbangkan biaya fiskalnya untuk memastikan insentif tersebut benar-benar menghasilkan tambahan investasi, lapangan kerja dan produktivitas,” kata Juda dalam International Tax Conference 2026, dikutip dari Antara, Rabu (16/9/2026).

Evaluasi insentif pajak menjadi salah satu dari tiga prioritas reformasi perpajakan yang disampaikan Juda. Dua agenda lainnya mencakup modernisasi administrasi perpajakan serta perluasan basis pajak dan penguatan kepatuhan wajib pajak.

Dalam modernisasi administrasi, pemerintah akan memperkuat pemanfaatan data administrasi perpajakan dan data dari pihak ketiga. Data tersebut selanjutnya dikombinasikan dengan pengawasan berbasis risiko.

Menurut Juda, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menemukan kesenjangan perpajakan sekaligus mengarahkan pengawasan ke sektor atau wajib pajak yang membutuhkan perhatian lebih.

Pemerintah juga ingin menyederhanakan prosedur perpajakan. Penyederhanaan tersebut akan dibarengi dengan edukasi agar semakin banyak pelaku usaha yang dapat masuk ke sektor formal dan menjalankan kewajiban perpajakannya.

Dengan reformasi tersebut, pemerintah menargetkan sistem perpajakan yang lebih adil dan dapat diprediksi, sekaligus mampu mengikuti perubahan ekonomi global.

 

Global Minimum Tax

Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari reformasi perpajakan. Juda menyebut pemerintah akan memanfaatkan teknologi, termasuk big data dan akal imitasi (AI), untuk membantu mengoptimalkan penerimaan pajak.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai menyesuaikan desain insentif pajak dengan perkembangan aturan perpajakan internasional.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Perpajakan Yon Arsal mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mengkaji penyesuaian skema insentif pajak setelah penerapan pajak minimum global atau Global Minimum Tax (GMT) dengan tarif pajak minimum efektif sebesar 15 persen.

Menurut Yon, perubahan aturan pajak internasional membuat pemerintah perlu melihat kembali instrumen yang digunakan untuk memberikan insentif kepada dunia usaha.

Sejumlah instrumen dapat menjadi alternatif, di antaranya hibah tunai atau cash grant serta kredit pajak atau tax credit. Skema tersebut dinilai perlu dipertimbangkan agar kebijakan insentif tetap dapat berjalan dan sesuai dengan perkembangan ketentuan perpajakan internasional.

Selain aspek global, desain insentif juga perlu mengikuti perubahan struktur ekonomi nasional.

Yon mengatakan pemerintah perlu memastikan insentif yang diberikan tetap relevan dengan perkembangan sektor industri dan perubahan model bisnis.

Dengan demikian, evaluasi insentif pajak tidak hanya berkaitan dengan besaran penerimaan negara yang dikorbankan, tetapi juga seberapa besar manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Pemerintah pada akhirnya ingin memastikan fasilitas perpajakan benar-benar memberikan nilai tambah bagi perekonomian, mulai dari investasi, penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan produktivitas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!