Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnAIWawasanSelengkapnya
Pemerintah Kantongi Rp 2,5 Triliun dari Lelang Migas, Grup Hashim Kuasai Natuna

Pemerintah Kantongi Rp 2,5 Triliun dari Lelang Migas, Grup Hashim Kuasai Natuna

Liputan6Liputan62026/09/18 08:33
Oleh:Liputan6
Ilustrasi kilang LNG (Foto: SKK Migas)

Liputan6.com, Jakarta -
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) resmi mengumumkan pemenang lelang enam wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi untuk Tahap I Tahun 2026. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri ESDM No. 108.K/MG.4/DJM/2026 tertanggal 17 September 2026, yang mencakup dua WK hasil penawaran langsung dan empat WK dari lelang reguler joint study.

Mengutip laman resmi kementerian, Jumat (18/9/2026), dari enam blok migas tersebut, pemerintah berhasil mengantongi komitmen pasti investasi tiga tahun pertama senilai US$ 141,51 juta atau sekitar Rp 2,51 triliun (dengan asumsi kurs Rp 17.735 per dolar AS).

Selain itu, negara juga menerima tambahan bonus tanda tangan sebesar US$ 1,6 juta atau setara Rp 28,37 miliar.

Komitmen investasi terbesar datang dari PT Nations Petroleum, anak usaha Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo yang memenangkan WK Natuna D-Alpha. Perusahaan mengucurkan komitmen pasti sebesar US$ 103,3 juta atau sekitar Rp 1,83 triliun dan bonus tanda tangan US$ 200 ribu.

Nilai ini mencakup berbagai kegiatan eksplorasi teknis, seperti akuisisi seismik 3D seluas 591 km², pemboran satu sumur appraisal dan satu sumur eksplorasi, serta studi terintegrasi karbon (CO2 ).

Sementara itu, raksasa energi asal Italia, Eni Indonesia Limited memenangkan WK Sapukala dengan komitmen pasti US$ 8 juta atau sekitar Rp 141,88 miliar dan bonus tanda tangan US$ 200 ribu untuk kegiatan studi G&G serta pemrosesan data seismik 3D seluas 1.500 km².

Kategori Lahan Reguler

Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Untuk kategori lelang reguler: 

  • WK Bengara II dimenangkan oleh Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings Limited dengan komitmen pasti US$ 16,5 juta (sekitar Rp 292,63 miliar) dan bonus tanda tangan US$ 300 ribu, yang mencakup pengeboran satu sumur eksplorasi.
  • WK Pesut Mahakam diraih PT Timur Hijau Investama dengan nilai komitmen pasti US$ 7,4 juta (sekitar Rp 131,29 miliar) dan bonus tanda tangan US$ 300 ribu.
  • WK Puri juga disabet oleh PT Timur Hijau Investama dengan nilai komitmen pasti US$ 3,35 juta (sekitar Rp 59,41 miliar) dan bonus tanda tangan US$ 300 ribu.
  • WK Rupat jatuh ke tangan Cinda Energy (Hong Kong) Limited dengan komitmen pasti US$ 2,95 juta (sekitar Rp 52,32 miliar) dan bonus tanda tangan US$ 300 ribu, yang dialokasikan untuk studi teknis dan satu sumur eksplorasi.

Bersamaan dengan pengumuman ini, Kementerian ESDM resmi membuka penawaran lelang WK Migas Tahap II Tahun 2026. Langkah ini diambil untuk terus menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memacu kegiatan eksplorasi hulu migas di Indonesia. Pendaftaran dan akses dokumen lelang telah dibuka untuk badan usaha yang memenuhi syarat melalui situs resmi esdm.go.id/wkmigas.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!