Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesStocksEarnInstitusiAI & Lainnya
Harga Minyak Hari Ini Melesat 4% Imbas Serangan Iran Meningkat

Harga Minyak Hari Ini Melesat 4% Imbas Serangan Iran Meningkat

Liputan6Liputan62026/10/09 01:33
Oleh:Liputan6
Sebagai informasi, sekitar 20 persen (seperlima) dari total pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia melewati selat ini setiap harinya. Tampak foto yang menunjukkan tampilan harga BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Aral di Bochum, Jerman, pada Rabu 4 Maret 2026. (Ina FASSBENDER/AFP)

Liputan6.com, Jakarta -
Harga minyak mentah melonjak tajam pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026 (Jumat pagi Jakarta). Lonjakan harga minyak terjadi seiring meningkatnya serangan Iran terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dan ancaman Badai Isaias terhadap produk lepas pantai AS di Teluk Meksiko.

Mengutip CNBC, Jumat (9/10/2026), harga minyak Brent naik 4%, dan ditutup di US$ 104,28 per barel. Harga minyak WTI melompat 3,6% dan menetap di US$ 91,49 per barel.

Sembilan kapal tanker telah diserang di dalam dan sekitar Selat Hormuz selama sepekan terakhir, yang mengancam pemulihan arus minyak mentah melalui selat tersebut belakangan ini.

Harga minyak turun dari level tertinggi sesi perdagangan setelah Presiden Donald Trump menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan umum sela November. Sebelumnya, NBC News melaporkan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Trump dan tim keamanan nasionalnya sedang mempertimbangkan untuk kembali melancarkan serangan dalam beberapa minggu mendatang.

Menurut data Kpler, sekitar 9,5 juta barel minyak per hari melintasi Selat Hormuz selama pekan yang berakhir pada Selasa. Angka ini sekitar 30% di bawah tingkat normal sebelum perang Iran. Arus minyak mentah dari Timur Tengah, termasuk yang dialihkan melalui jalur pipa mencapai 16,4 juta barel per hari, angka yang hampir setara dengan tingkat sebelum perang.

Di Teluk Meksiko, perusahaan-perusahaan minyak telah menghentikan produksi sekitar 500.000 barel per hari atau 25% dari total produksi lepas pantai di wilayah tersebut akibat pergerakan Badai Isaias yang mengarah ke pesisir Alabama, Mississippi, dan wilayah panhandle Florida.

Ketegangan meningkat tajam di Timur Tengah. Militan Houthi yang didukung Iran di Yaman menembakkan rudal ke bandara di Riyadh (ibu kota Arab Saudi) dan kota Abha pada Selasa dan Rabu. Menurut media milik negara Al Arabiya, tiga orang tewas dan 36 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

 

Risiko Serangan Menimbulkan Keraguan

Ilustrasi Harga Minyak Dunia Hari Ini. Foto: AFP

Pihak Arab Saudi berhasil mencegat serangkaian rudal balistik lainnya yang ditembakkan pada Kamis ke arah Riyadh dan Khamis Mushait, demikian disampaikan oleh juru bicara militer kerajaan tersebut.

"Meskipun arus pelayaran dari kawasan tersebut sebagian besar telah kembali normal, kebutuhan akan pengawalan Angkatan Laut AS, peningkatan biaya, hambatan logistik, serta risiko serangan yang terus-menerus menimbulkan keraguan mengenai kelayakan jangka panjang arus pelayaran ini," ujar Direktur Strategi Komoditas di TD Securities, Ryan McKay.

"Hal ini pada akhirnya mengharuskan adanya premi risiko yang tetap melekat dalam penetapan harga," ungkap McKay kepada para klien dalam sebuah catatan Kamis.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!