Media asing: Cardano dalam tekanan jangka pendek, ADA memantau dukungan di 0.17
Analisis dari media luar negeri menyebutkan bahwa token Cardano ADA dalam beberapa minggu terakhir telah rebound dari sekitar $0,14 hingga mendekati $0,20, dengan fokus pasar kini beralih dari besaran rebound ke apakah momentum masih bisa berlanjut. Artikel ini berpendapat bahwa saat ini tren belum sepenuhnya berubah menjadi bearish, namun sejumlah sinyal jangka pendek mulai melemah, dan $0,17 menjadi level kunci untuk menilai seberapa dalam koreksi yang terjadi.
Kepemilikan whale mulai menurun
Analis data on-chain Ali menyebutkan bahwa jumlah alamat yang memiliki 1 juta hingga 10 juta ADA telah turun dari 2.370 alamat pada 2 Agustus menjadi 2.340 alamat. Ini berarti ada 30 alamat besar yang keluar dari rentang kepemilikan tersebut.
Perubahan ini tidak dapat membuktikan adanya aksi jual besar-besaran secara sendirian, tetapi setelah ADA mengalami rebound yang cukup signifikan, penurunan kepemilikan whale biasanya dianggap sebagai sinyal take profit atau redistribusi posisi. Jika jumlah alamat ini terus menurun, tekanan jual jangka pendek bisa meningkat; jika kepemilikan stabil kembali atau mulai bertambah, pasar masih punya dukungan untuk kembali menantang level $0,20.
Resistensi di sekitar $0,20 masih bertahan
Artikel ini juga menyebutkan bahwa rasio MVRV ADA sudah turun di bawah rata-rata 7 hari, mengindikasikan bahwa momentum keuntungan dari kenaikan baru-baru ini mulai melemah. Selain itu, sinyal jual pada grafik harian Tom DeMark Sequential juga membuat pasar semakin hati-hati terhadap kelanjutan rebound ini.
Sinyal-sinyal ini tidak serta-merta menandakan perubahan tren, namun jika ADA kembali terhalang di area $0,20 hingga $0,202, tekanan koreksi dapat meningkat lebih jauh. Berdasarkan analisis, harga kemungkinan akan menguji kembali level sekitar $0,17; jika level ini tidak bertahan, target berikutnya adalah $0,155, lalu $0,144.

MACD mendekati death cross
Dalam struktur teknikal, ADA masih bergerak di dalam channel naik, namun garis MACD kini mendekati memotong ke bawah garis sinyal, menandakan momentum rebound sebelumnya mulai melemah. Jika death cross akhirnya terkonfirmasi, dan harga juga gagal menembus kembali di atas $0,20, peluang koreksi jangka pendek akan semakin meningkat.

Meskipun begitu, $0,17 tetap menjadi garis pertahanan terpenting bagi bullish saat ini. Jika tekanan beli berhasil mempertahankan dukungan utama ini dan mendorong naik momentum MACD, ADA masih memiliki peluang untuk kembali menguji $0,20, bahkan menargetkan lebih jauh ke $0,22. Artikel ini berpendapat bahwa titik penentu tren jangka pendek tetap ada di sekitar $0,17.


Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Pengiriman chip yang meningkat pesat menopang pondasi perdagangan luar negeri! Ekspor Jepang mengalami pertumbuhan stabil selama 12 bulan berturut-turut
Permintaan semikonduktor yang kuat mendorong ekspor Jepang pada bulan Agustus naik sebesar 19,3%, namun karena harga minyak yang tinggi dan pelemahan yen, defisit perdagangan melebar hingga mencapai 1,1 triliun yen.

Huang Renxun menyatakan berulang kali: Tidak perlu regulasi untuk mengendalikan perkembangan AI
Baru-baru ini, Jensen Huang secara terbuka menyatakan bahwa perkembangan AI tidak memerlukan undang-undang atau regulasi baru, dan menganggap dikotomi antara inovasi dan keamanan sebagai "pilihan yang salah". Ia tampil terbuka bersama Trump, yang sangat kontras dengan sikap Dario Amodei, Sam Altman, dan Elon Musk yang menyerukan koordinasi untuk memperlambat penelitian AI. Namun, kepentingan bisnis Nvidia sangat terkait erat dengan laju investasi infrastruktur AI.
Partai Republik AS berencana mempercepat legislasi yang mewajibkan pusat data AI untuk membayar biaya listrik mereka sendiri.
Senator Partai Republik di Amerika Serikat sedang mempertimbangkan untuk mengambil prosedur legislatif yang dipercepat guna mendorong pengesahan “Ratepayer Protection Act” yang berkaitan dengan data center sebelum pemilu November. RUU ini bertujuan untuk mengatur agar data center membayar sendiri biaya listrik yang mereka gunakan, serta menanggung biaya peningkatan infrastruktur, agar biaya tersebut tidak dibebankan kepada keluarga dan bisnis biasa. DPR diharapkan akan meloloskan undang-undang bipartisan ini paling cepat pada hari Selasa dengan dukungan luas.
