Media asing: Setelah penurunan, CRV menguji dukungan di $0.20
Setelah mengalami kenaikan cepat, CRV bergerak turun kembali setelah sebelumnya mendekati area resistance 0,29 hingga 0,30 dolar AS. Media asing menilai, apakah koreksi ini akan berkembang menjadi penurunan yang lebih dalam, kuncinya ada pada apakah area 0,20 hingga 0,21 dolar AS bisa tetap dipertahankan.
Harga Mengalami Penolakan Setelah Kenaikan
Artikel tersebut menyebutkan bahwa CRV telah lama bergerak dalam rentang 0,20 hingga 0,29 dolar AS, dan kenaikan terbaru mendorong harga ke batas atas rentang ini, membuat tren sementara keluar dari fase konsolidasi rendah. Namun, tekanan jual kembali muncul di sekitar 0,29 hingga 0,30 dolar AS sehingga harga berbalik turun.
Berdasarkan indikator yang dikutip dalam artikel, selisih volume transaksi kumulatif sempat menguat selama fase kenaikan, menandakan pembeli meningkat secara signifikan. Sementara itu, CMF masih berada di sekitar angka positif, menunjukkan aliran dana belum sepenuhnya berbalik negatif. Ini berarti, penurunan saat ini lebih merupakan pengujian terhadap kekuatan breakout sebelumnya, bukan pembalikan tren secara menyeluruh.
Area 0,20 hingga 0,21 dolar AS Menjadi Kunci
Artikel tersebut menyebutkan, area 0,20 hingga 0,21 dolar AS tetap menjadi zona permintaan paling penting saat ini. Jika harga mampu bertahan di area ini, CRV masih punya peluang untuk kembali menguji resistance di atas; jika gagal bertahan, keberlanjutan rebound baru-baru ini akan melemah secara signifikan.
Dari sisi distribusi support dan resistance, 0,25 dolar AS dianggap sebagai level pengamatan pertama dari koreksi jangka pendek, 0,27 dolar AS merupakan area yang harus direbut kembali sebelum harga bisa melanjutkan kenaikan, sementara 0,29 hingga 0,30 dolar AS tetap menjadi zona tekanan utama di mana rebound sebelumnya tertahan.
- 0,20 hingga 0,21 dolar AS: Area support utama saat ini
- 0,25 dolar AS: Level pengamatan penahan penurunan jangka pendek
- 0,27 dolar AS: Level resistance awal dalam proses rebound
Open Interest Naik ke Atas 90 Juta Dolar AS

Selain harga spot, posisi derivatif juga dianggap sebagai petunjuk penting bagi pergerakan berikutnya. Artikel menyebutkan, selama kenaikan CRV, open interest agregat naik dari sekitar 60 juta dolar AS menjadi di atas 90 juta dolar AS, menandakan adanya masuknya posisi leverage baru selama fase rebound.
Selanjutnya, perubahan open interest akan mempengaruhi penilaian pasar terkait koreksi ini. Jika harga turun disertai penurunan posisi, biasanya menandakan sebagian posisi leverage sudah dilikuidasi dan tekanan koreksi berkurang; namun jika harga turun sementara open interest tetap tinggi, berarti posisi lawan di pasar masih terus terakumulasi sehingga volatilitas bisa makin meningkat.
Artikel menilai, jika CRV ke depan mampu merebut kembali 0,27 dolar AS dan menembus lebih lanjut 0,30 dolar AS, struktur rebound baru-baru ini akan semakin kuat; sebaliknya, jika tembus di bawah 0,20 dolar AS, penjual kemungkinan kembali mengendalikan tren jangka pendek.

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Tekanan kuat dari pihak Amerika! Hampir 90% ekonom bertaruh Bank Sentral Jepang akan menaikkan suku bunga menjadi 1,25% pada hari Jumat.
Di tengah tekanan inflasi dan Amerika Serikat, hampir 90% ahli memperkirakan Bank Sentral Jepang akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada hari Jumat, yang menyebabkan volatilitas nilai tukar yen meningkat.

Evercore ISI menegaskan kembali rating "outperform" untuk Netflix (NFLX.US), optimis bahwa siaran olahraga dan video pendek akan menjadi mesin popularitas baru
Evercore ISI menaikkan target harga untuk platform streaming Netflix (NFLX.US) dari 100 dolar AS menjadi 110 dolar AS, dan kembali menegaskan peringkat "outperform".

Sebesar USD 44,8 juta per kapal! Biaya pengiriman minyak mentah Amerika ke Asia mencapai rekor tertinggi dalam sejarah
Dengan meningkatnya gangguan pasokan di Timur Tengah, pembeli bergegas mengamankan sumber energi sehingga biaya pengiriman minyak mentah AS ke Asia telah melonjak ke rekor baru.

Upaya keempat akhirnya mendapat persetujuan! Brookfield (BAM.US) mengakuisisi produsen produk pipa Australia RWC senilai USD 2,9 miliar dengan premi sebesar 32%.
Brookfield Asset Management telah setuju untuk mengakuisisi Reliance Worldwide Corp. secara tunai penuh, dengan nilai transaksi sekitar 4,1 miliar dolar Australia (sekitar 2,9 miliar dolar AS) untuk perusahaan produk pipa asal Australia tersebut.

