Jepang menyetujui paket stimulus ekonomi senilai 21 triliun yen, lebih dari setengahnya dialokasikan untuk bantuan inflasi
Berita ChainCatcher, Kabinet Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah menyetujui rencana pengeluaran tambahan terbesar sejak pandemi, dengan mengalokasikan dana melalui paket kebijakan untuk meredakan ketidakpuasan pemilih. Namun, langkah ini dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor yang memantau ketat kondisi fiskal Jepang, yang telah menyebabkan nilai tukar yen jatuh ke titik terendah dalam 10 bulan dan imbal hasil obligasi pemerintah jangka sangat panjang melonjak ke level tertinggi dalam sejarah.
Kantor Kabinet Jepang pada hari Jumat menyatakan bahwa paket stimulus ini mencakup pengeluaran akun umum sebesar 17,7 triliun yen (sekitar 112 miliar dolar AS). Pengeluaran ini kemungkinan besar akan disediakan melalui anggaran tambahan, meningkat 27% dibandingkan dengan skala yang diluncurkan oleh pendahulunya setahun lalu. Total nilai paket mencapai 21,3 triliun yen, dengan langkah-langkah yang mencakup mulai dari bantuan harga hingga dukungan investasi di sektor-sektor utama.
Kabinet Jepang berencana untuk menyetujui rancangan anggaran tambahan guna mendanai paket ini paling cepat pada 28 November, dan menargetkan persetujuan dari parlemen sebelum akhir tahun.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Sebesar USD 44,8 juta per kapal! Biaya pengiriman minyak mentah Amerika ke Asia mencapai rekor tertinggi dalam sejarah
Dengan meningkatnya gangguan pasokan di Timur Tengah, pembeli bergegas mengamankan sumber energi sehingga biaya pengiriman minyak mentah AS ke Asia telah melonjak ke rekor baru.

Upaya keempat akhirnya mendapat persetujuan! Brookfield (BAM.US) mengakuisisi produsen produk pipa Australia RWC senilai USD 2,9 miliar dengan premi sebesar 32%.
Brookfield Asset Management telah setuju untuk mengakuisisi Reliance Worldwide Corp. secara tunai penuh, dengan nilai transaksi sekitar 4,1 miliar dolar Australia (sekitar 2,9 miliar dolar AS) untuk perusahaan produk pipa asal Australia tersebut.


Pengiriman chip yang meningkat pesat menopang pondasi perdagangan luar negeri! Ekspor Jepang mengalami pertumbuhan stabil selama 12 bulan berturut-turut
Permintaan semikonduktor yang kuat mendorong ekspor Jepang pada bulan Agustus naik sebesar 19,3%, namun karena harga minyak yang tinggi dan pelemahan yen, defisit perdagangan melebar hingga mencapai 1,1 triliun yen.
