Perdebatan besar tentang penurunan suku bunga The Fed: Bisakah obligasi AS mencetak kinerja luar biasa lagi? Semua tergantung pada data non-pertanian minggu ini.
Jinse Finance melaporkan bahwa pasar obligasi pemerintah AS semakin memanas seiring dengan perdebatan mengenai besaran penurunan suku bunga The Fed di masa depan, didorong oleh serangkaian data ekonomi penting yang dirilis. Para trader obligasi bertaruh bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dua kali tahun depan, satu kali lebih banyak dari yang diisyaratkan oleh The Fed. Jika ekspektasi pasar ini benar, maka hal ini akan menjadi landasan bagi kinerja luar biasa obligasi pemerintah AS, yang saat ini menuju tahun terbaik sejak 2020. George Catrambone, Kepala Pendapatan Tetap DWS Americas, mengatakan: "Arah suku bunga akan sangat bergantung pada kondisi pasar tenaga kerja, jadi saya hanya fokus pada data non-pertanian hari Selasa." Namun, Kevin Flanagan dari WisdomTree menyatakan: "Laporan ketenagakerjaan minggu ini mungkin kurang berbobot karena penutupan pemerintah membuat pengumpulan data menjadi lebih rumit, sehingga fokusnya beralih ke laporan awal bulan depan, yang akan dirilis sebelum keputusan kebijakan The Fed pada 28 Januari." Dari sisi trader, berdasarkan indikator proksi pasar swap, mereka memperkirakan The Fed akan mengakhiri siklus pelonggaran ini dengan suku bunga sekitar 3,2%. Jika The Fed tetap bertahan menghadapi inflasi yang membandel, ini menandakan bahwa obligasi pemerintah ke depannya akan lebih banyak bergerak dalam kisaran sideways. (Golden Ten Data)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Harga saham Lucid (LCID.US) sempat melonjak lebih dari 12%! CEO menyatakan kerja sama dengan konsultan restrukturisasi telah selesai, peta jalan menuju keuntungan mulai muncul.
CEO Lucid Group Inc. menyatakan bahwa produsen mobil listrik tersebut telah menyelesaikan kerja samanya dengan tim penasihat restrukturisasi, menandakan bahwa perusahaan yang sedang mengalami kesulitan ini kini memiliki jalur yang lebih jelas untuk membalikkan operasi mereka.
Suku bunga hipotek 30 tahun di Amerika Serikat melonjak menjadi 7%! Kesulitan pasar properti semakin memburuk
Menurut data dari Mortgage News Daily, rata-rata suku bunga hipotek tetap 30 tahun di Amerika Serikat naik menjadi 7,24% pada 16 September, meningkat tajam sebesar 27 basis poin dibandingkan dengan 6,97% sepekan sebelumnya. Pada 17 September, suku bunga ini sedikit turun menjadi 7,19%, namun masih jauh di atas ambang 7%. Saat ini, para pemilik rumah di Amerika Serikat menghadapi tantangan “menjual rumah berarti kehilangan hipotek berbunga rendah”, sehingga minat untuk menjual rumah tetap lemah, harga rumah berada pada level tinggi, dan kesulitan di pasar properti semakin meningkat.
"Raja Obligasi Baru" Gundlach memperingatkan: Siklus resesi berikutnya dapat memicu krisis utang Amerika Serikat, obligasi AS tidak lagi menjadi tempat yang aman
"Raja obligasi baru" Jeffrey Gundlach memperingatkan bahwa gelombang penurunan ekonomi berikutnya di Amerika Serikat dapat memicu krisis utang, yang akan mendorong lonjakan signifikan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang—hal ini akan mematahkan pemahaman tradisional selama puluhan tahun bahwa obligasi selalu menjadi tempat berlindung yang aman selama periode gejolak ekonomi.
Nvidia (NVDA.US) meningkatkan investasi AI dengan menyuntikkan dana sebesar 2 miliar dolar AS ke dalam Global AI Fund Brookfield (BAM.US), yang berencana mengumpulkan dana sebesar 10 miliar dolar AS.
Nvidia telah menginvestasikan 2 miliar dolar AS ke dalam Global Artificial Intelligence Infrastructure Fund yang dikelola oleh Brookfield Asset Management.
