Prospek Harga AUD/JPY: Mendekati puncak historis di sekitar 109,40
AUD/JPY Naik di Tengah Pelemahan Yen Jepang
Selama sesi Eropa pada hari Selasa, pasangan AUD/JPY naik sebesar 0,3%, mencapai sekitar 106,46. Pergerakan naik ini sebagian besar disebabkan oleh kinerja Yen Jepang yang lemah, yang dipengaruhi oleh ketidakpastian politik yang sedang berlangsung di Jepang.
Sebelumnya hari ini, Kyodo, sebuah kantor berita Jepang, melaporkan bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi telah memberi tahu seorang anggota senior partai yang berkuasa tentang rencananya untuk membubarkan majelis rendah parlemen pada awal sesi reguler pada 23 Januari. Perkembangan ini meningkatkan kemungkinan pemilihan umum lebih awal.
Menurut Reuters, survei pra-pemilihan menunjukkan bahwa Perdana Menteri Takaichi berpeluang meraih kemenangan besar, sehingga meningkatkan ekspektasi belanja pemerintah yang lebih tinggi. Meskipun hal ini dapat menguntungkan ekuitas Jepang, hal ini juga dapat memberikan tekanan turun pada Yen jika stimulus fiskal yang besar mengganggu upaya pengetatan moneter yang sedang dilakukan oleh Bank of Japan.
Di sisi lain, Dolar Australia tetap relatif stabil karena para trader menunggu rilis data Neraca Perdagangan Tiongkok, yang dijadwalkan akan diumumkan pada hari Rabu.
Gambaran Teknis: AUD/JPY
Pada pasangan AUD/JPY terus diperdagangkan lebih tinggi, bergerak di sekitar 106,46. Exponential Moving Average (EMA) 10-minggu, yang saat ini berada di 103,85, sedang tren naik dan memberikan dukungan, dengan harga tetap di atas level ini. Mempertahankan posisi di atas EMA akan membantu menjaga tren naik yang sedang berlangsung dan membatasi potensi penurunan.
Relative Strength Index (RSI) 14-minggu berada di 79,39, menunjukkan kondisi overbought dan mengindikasikan bahwa momentum mungkin telah berlebihan. Meskipun hal ini dapat menyebabkan periode konsolidasi, prospek bullish secara keseluruhan diperkirakan akan tetap bertahan selama pasangan ini tetap di atas EMA 10-minggu yang sedang naik. Jika harga ditutup di bawah dukungan kunci ini, koreksi yang lebih dalam bisa terjadi.
Catatan: Analisis teknikal ini dibuat dengan bantuan alat AI.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Kurang satu dari sembilan belas, Ketua Waller lagi-lagi tidak menyerahkan "pekerjaan rumah" dot plot The Fed
Ketua Federal Reserve, Waller, dua kali berturut-turut menolak untuk mengisi prediksi suku bunga di dot plot, dengan tegas menyatakan bahwa alat tersebut "tidak berguna untuk pelaksanaan kebijakan". Dot plot telah dioperasikan sejak 2011 dan diumumkan empat kali setahun sebagai referensi penting bagi pasar untuk menilai arah kebijakan moneter berdasarkan ekspektasi suku bunga pejabat. Namun, sifatnya yang tidak konsensus, anonim, dan melibatkan partisipasi pejabat non-voting telah lama menuai kritik. Sikap para ketua sebelumnya beragam, tetapi Waller memiliki posisi paling keras.
Saham AS semalam | Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin seperti yang diharapkan, tiga indeks utama ditutup melemah, SpaceX(SPCX.US) naik lebih dari 5%
Pada penutupan pasar, Indeks Dow Jones turun 630,56 poin atau 1,21% menjadi 51.462,55 poin; Indeks S&P 500 turun 33,51 poin atau 0,44% menjadi 7.552,22 poin; Indeks Komposit Nasdaq turun 3,15 poin atau 0,01% menjadi 25.978,42 poin.

Investor luar negeri mengurangi kepemilikan obligasi AS sebesar $50,4 miliar pada bulan Juli, Jepang dan Tiongkok sama-sama mengurangi, sementara Inggris menambah kepemilikan secara berlawanan dengan tren.
Data yang diumumkan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat pada hari Rabu menunjukkan bahwa kepemilikan obligasi pemerintah AS oleh investor luar negeri pada bulan Juli mengalami penurunan yang signifikan, turun sebesar $50,4 miliar dibandingkan bulan Juni menjadi $9,25 triliun, mencapai level terendah sejak Oktober tahun lalu.

Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun! Waller memberikan sinyal hawkish, mungkin akan menaikkan 25 basis poin lagi tahun ini
Federal Reserve pada hari Rabu menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%-4,00%, menandai kenaikan suku bunga pertama sejak Juli 2023.

