Aggregator pertukaran terdesentralisasi Matcha Meta kini terlibat dalam kontroversi setelah terjadi pelanggaran keamanan selama integrasi SwapNet. Insiden ini terungkap ketika aktivitas on-chain terpantau pada hari Minggu, sehingga berbagai perusahaan keamanan memberikan perkiraan berbeda terkait besarnya kerugian finansial. Temuan awal menunjukkan bahwa pelaku memindahkan aset USDC dari jaringan Base ke Ethereum. Tim proyek tidak memberikan gambaran jelas mengenai status dana pengguna.
Jutaan Hilang Akibat Pelanggaran Keamanan Menyerang Matcha Meta
Bagaimana Pelanggaran SwapNet Terdeteksi?
Laporan pertama, berdasarkan analisis on-chain, dibagikan oleh PeckShield, mengungkapkan bahwa sekitar $16,8 juta aset telah disedot secara ilegal. Data menunjukkan pelaku menukar $10,5 juta USDC di jaringan Base untuk memperoleh sekitar 3.655 ETH dan kemudian menjembataninya ke jaringan Ethereum. Kecepatan transaksi yang sangat cepat ini mengindikasikan skenario eksploitasi otomatis.
Perusahaan keamanan lain, CertiK, merilis penilaian awal yang memperkirakan kerugian sekitar $13,3 juta. Menurut CertiK, kerentanannya berasal dari masalah “arbitrary call” dalam kontrak SwapNet, yang memungkinkan pelaku memindahkan dana yang telah diotorisasi. Perbedaan angka antara dua laporan ini timbul dari transaksi tambahan yang terdeteksi selama proses bridging dan perbedaan metodologi.
Dalam respons awalnya, Matcha Meta menyatakan bahwa akun yang menggunakan fitur One-Time Approval tidak terpengaruh, hanya akun yang memberikan otorisasi langsung ke kontrak yang menghadapi risiko. Proyek membatasi ruang lingkup serangan berdasarkan kerangka kerja ini.
Otorisasi Pengguna dan Dampak terhadap Industri
Pasca insiden, Matcha Meta mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan investigasi bersama tim 0x, serta menegaskan bahwa masalah ini tidak terkait dengan kontrak AllowanceHolder atau Settler milik 0x. Pernyataan tersebut menekankan bahwa pemberian otorisasi langsung ke kontrak aggregator individu menimbulkan risiko tambahan bagi pengguna. Oleh karena itu, opsi otorisasi langsung dihapus untuk mencegah kejadian serupa.
Meskipun Matcha Meta belum memberikan pembaruan status terbaru, industri secara luas semakin khawatir terhadap gelombang serangan yang meningkat. Data Chainalysis menunjukkan bahwa pencurian cryptocurrency telah melebihi $3,41 miliar pada tahun 2025. Satu serangan di Bybit, sebesar $1,5 miliar, menyumbang hampir setengah dari total kerugian tahunan.
Para ahli berpendapat bahwa kasus Matcha Meta menekankan pentingnya menyelaraskan mekanisme perizinan yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan arsitektur keamanan yang kuat. Seiring dengan semakin populernya bridging lintas rantai dan kontrak aggregator, permukaan serangan ikut meluas, sehingga memperkuat diskusi tentang bagaimana risiko berpindah ke pengguna akhir.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Saham AS Pra-Pembukaan | Tiga Indeks utama berjangka meningkat Harga minyak turun Keputusan suku bunga Federal Reserve akan diumumkan malam ini
Pada tanggal 16 September (Rabu) sebelum pembukaan pasar saham AS, ketiga indeks berjangka utama saham AS naik bersama.

Setelah gairah investor mereda, pasar saham Korea mengalami stagnasi! Nilai transaksi turun ke level terendah tahun ini dan level 7000 poin sulit untuk dipertahankan.
Karena antusiasme investor mulai menurun, nilai transaksi pasar saham Korea turun ke tingkat terendah tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa pasar saham Korea yang didominasi oleh AI mungkin akan sulit kembali ke level tertinggi sebelumnya.

Di bawah ancaman tarif Trump, “berkelompok untuk menjaga kehangatan”? Uni Eropa mengusulkan Kanada sebagai “negara anggota quasi” pertama
Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan agar Kanada menjadi "anggota semi" pertama Uni Eropa.

"Burry Si 'Big Short': Pasar Properti AS Menunjukkan Retakan, Masih Bertaruh pada Fannie Mae (FNMA.US) dan Freddie Mac (FMCC.US)"
Harga saham Fannie Mae (FNMA.US) dan Freddie Mac (FMCC.US) turun tajam, namun "Big Short" Michael Burry tetap mempertahankan saham kedua perusahaan tersebut.

