Fed: Penyesuaian terhadap regulasi likuiditas mendefinisikan ulang fungsi pemberi pinjaman terakhir – BNP Paribas
BNP Paribas Meninjau Upaya AS untuk Melonggarkan Standar Likuiditas Bank
BNP Paribas telah meneliti inisiatif terbaru di Amerika Serikat untuk melonggarkan persyaratan likuiditas bank, sebuah strategi yang bertujuan mengembalikan peran tradisional Federal Reserve (Fed) sebagai pemberi pinjaman terakhir. Penyesuaian ini juga dapat membuka jalan bagi Fed untuk lebih lanjut mengurangi neraca keuangannya. Menurut analisis, regulasi yang diperkenalkan setelah krisis keuangan telah memaksa Fed untuk bertindak sebagai sumber utama likuiditas dan membatasi kemampuannya melakukan pengetatan kuantitatif. Selain itu, aturan ini telah meningkatkan keragu-raguan bank dalam menggunakan jendela diskonto selama masa tekanan pasar.
Dampak Aturan Likuiditas terhadap Neraca Fed
Setelah melakukan peninjauan ulang terhadap regulasi modal secara menyeluruh, otoritas AS kini fokus pada pelonggaran standar likuiditas. Pergeseran ini dirancang untuk membantu Fed melanjutkan fungsi pinjaman daruratnya dan memungkinkan pengurangan neraca keuangannya.
Karena regulasi ini telah menyebabkan permintaan yang berkelanjutan serta signifikan terhadap cadangan bank sentral, Fed saat ini menghadapi tantangan dalam mengurangi neraca keuangannya.
Konsekuensi lain adalah bahwa kemampuan Fed untuk menjadi pemberi pinjaman terakhir selama gejolak keuangan telah berkurang.
Perubahan yang diusulkan bertujuan menghilangkan persepsi negatif yang terkait dengan penggunaan jendela pinjaman darurat, sehingga memulihkan kapasitas Fed untuk merespons secara efektif di masa tekanan.
Pendekatan ini juga dapat mendorong Fed untuk kembali mempertimbangkan kemungkinan pengurangan lebih lanjut pada neraca keuangannya.
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat AI dan kemudian ditinjau oleh editor.)
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Setelah gairah investor mereda, pasar saham Korea mengalami stagnasi! Nilai transaksi turun ke level terendah tahun ini dan level 7000 poin sulit untuk dipertahankan.
Karena antusiasme investor mulai menurun, nilai transaksi pasar saham Korea turun ke tingkat terendah tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa pasar saham Korea yang didominasi oleh AI mungkin akan sulit kembali ke level tertinggi sebelumnya.

Di bawah ancaman tarif Trump, “berkelompok untuk menjaga kehangatan”? Uni Eropa mengusulkan Kanada sebagai “negara anggota quasi” pertama
Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan agar Kanada menjadi "anggota semi" pertama Uni Eropa.

"Burry Si 'Big Short': Pasar Properti AS Menunjukkan Retakan, Masih Bertaruh pada Fannie Mae (FNMA.US) dan Freddie Mac (FMCC.US)"
Harga saham Fannie Mae (FNMA.US) dan Freddie Mac (FMCC.US) turun tajam, namun "Big Short" Michael Burry tetap mempertahankan saham kedua perusahaan tersebut.

"Messi di dunia AI" kembali mendapat dukungan bullish! Palantir (PLTR.US) pendukung jangka panjang kembali mengemukakan logika valuasi triliunan, "big short" dan investor retail tidak setuju
Dan Ives kembali mengangkat teori valuasi triliunan dolar Palantir, namun Michael Burry sebagai big short dan sentimen investor ritel masih pesimis.

