Penurunan harga XRP saat ini telah jelas memperlihatkan kesalahpahaman paling umum belakangan ini — exchange-traded funds (ETF) tidak mengendalikan harga token; ETF hanya mengonfirmasi statusnya. Pergerakan harga yang sesungguhnya masih dihasilkan di pasar spot.
Sementara data arus masuk terus mencetak rekor — hanya dalam 24 jam, dari 24 Agustus hingga 25 Agustus, arus masuk bersih harian ke ETF spot XRP melonjak 72%, naik dari $13,88 juta menjadi $23,87 juta, sementara total aset dana yang dikelola mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $1,46 miliar — harga sesungguhnya di bursa justru bergerak ke arah sebaliknya.
Pada hari Rabu, XRP terkoreksi ke $1,3783, kehilangan sekitar 4% selama 24 jam terakhir.
Paradoks ini membuktikan satu kebenaran sederhana: ETF tidak menggerakkan harga XRP. ETF bisa menstabilkan harga, meredam volatilitas, atau merefleksikan minat institusional, namun ETF bukanlah pendorong pertumbuhan harga.
Jika bukan ETF, siapa sebenarnya yang menggerakkan harga XRP?
Tren nyata saat ini sedang didikte oleh aktivitas on-chain, yang sedang berusaha mencerna akhir dari depresi masif selama 20 bulan. Berbeda dengan arus masuk ETF yang pasif dan metodis, bahan bakar utama di balik reli XRP lebih dari 40% belakangan ini justru datang dari aksi para pemain strategis besar.
Tepat sebelum lonjakan pekan lalu, dompet para jutawan — alamat yang memiliki antara 1 juta hingga 10 juta XRP — melakukan aksi pembelian agresif, mengakumulasi hampir 500 juta token.
Akumulasi besar-besaran oleh para whale inilah yang mendorong XRP keluar dari tren turun brutal yang telah berlangsung selama 608 hari, di mana token ini kehilangan 54,47% nilainya, turun dari level tertinggi mendekati $3,01 ke titik terendah siklus di $0,9939.
Begitu ambang akumulasi dua tahun ini ditembus, harga pun melonjak kuat ke $1,5219, langsung mendorong RSI harian ke wilayah overbought yang sangat dalam.
Koreksi selanjutnya menjadi tak terhindarkan karena psikologi pasar: investor ritel yang terjebak kerugian selama 608 hari mulai merealisasikan keuntungan dan beralih ke uang tunai pada pantulan kuat pertama.
Konsentrasi penjualan dari investor ritel di pasar spot kini jauh melampaui volume ETF berkali-kali lipat, sehingga dana-dana tersebut hanya berperan sebagai penstabil pasar secara diam-diam.





